Plt Wali Kota Surabaya: Masyarakat Menengah ke Atas Bisa Vaksinasi Mandiri

  • Bagikan
Sebanyak 16 penerima vaksin sinovac tahap kedua yang terdiri dari jajaran forkopimda dan tokoh masyarakat pada Jumat (29/01/2021), di Balai Kota Surabaya. Untuk kalangan menengah ke atas diharapkan bisa vaksinasi secara mandiri. (Foto: Rangga Aji/Tugu Malang)
Sebanyak 16 penerima vaksin sinovac tahap kedua yang terdiri dari jajaran forkopimda dan tokoh masyarakat pada Jumat (29/01/2021), di Balai Kota Surabaya. Untuk kalangan menengah ke atas diharapkan bisa vaksinasi secara mandiri. (Foto: Rangga Aji/Tugu Malang)

SURABAYA, Tugujatim.id – Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana bakal mengajak beberapa pihak swasta untuk membantu dalam upaya vaksinasi agar semakin masif berjalan. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa masyarakat menengah ke atas dapat menjalankan vaksinasi secara mandiri.

“Ada wacana (narasi, rencana atau agenda, red) supaya vaksinasi ini masif, tapi akan melibatkan beberapa pihak dari swasta. Supaya kelas menengah ke atas bisa vaksinasi secara mandiri. Percepatan vaksin ini bisa berkah bagi kita semua,” jelas Whisnu Sakti Buana pada pewarta Tugu Jatim ketika diwawancara di lobi Balai Kota Surabaya, Jalan Wali Kota Mustajab No 59 Surabaya, Jumat (29/01/2021).

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Dalam agenda vaksinasi sinovac tahap kedua ini, Whisnu juga menuturkan bahwa gelombang pertama vaksinasi sinovac bakal ditarget selesai pada akhir Januari 2021. Artinya, tersisa dua hari lagi sampai Minggu (31/01/2021) sebagai dateline selesainya vaksinasi gelombang pertama di Surabaya.

“Gelombang pertama selesai pada akhir Januari 2021. Vaksinasi kedua, target mulai Minggu (31/01). Minggu ketiga pada Februari 2021 sudah bisa gerak untuk tahap atau gelombang kedua petugas dan pelayan publik yang ada di garda terdepan lawan Covid-19,” jelas Plt Wali Kota Surabaya yang mengenakan kemeja batik tersebut.

Di sela-sela wawancara, Whisnu juga menyampaikan bahwa setelah divaksin, dia merasa mengantuk. Sedangkan menurut cerita dari kapolres Surabaya, dia tidak mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) apa pun, dan ketua DPRD Surabaya sempat mengalami demam sebentar. Sehingga dapat diartikan, vaksinasi sinovac memang aman dan halal untuk penerima.

“Supaya pandemi Covid-19 segera hilang dari Surabaya. Semoga vaksinasi bisa lancar. Rasanya kemarin abis vaksinasi, saya ngantuk. Pak Isir (Kapolres Surabaya, red) malah nggak merasa apa-apa. Kuat beliau. Pak Awi (Ketua DPRD Surabaya, red) sempat demam sebentar. Artinya, ini memang ringan,” ujar Whisnu pada Tugu Jatim.

Sebagai informasi, pemberian vaksinasi sinovac terdapat dua tahap. Yang membedakan vaksinasi sinovac tahap pertama dan tahap kedua adalah vaksinasi pertama disuntikkan ke dalam tubuh untuk merespons dan mengenalkan pada sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh penerima vaksin sinovac.

Sedangkan untuk vaksinasi kedua dipakai dalam upaya memperkuat, mengoptimalkan, dan memaksimalkan respons serta antibodi tubuh penerima vaksinasi sinovac. Fungsinya sebagai booster dalam membentuk imunitas tubuh secara baik setelah 3 minggu disuntik vaksin sinovac.

Sebagai informasi, penerima vaksinasi sinovac yang hadir di Balai Kota Surabaya pada Jumat (29/01) berjumlah 16 orang. Adapun 16 orang tersebut yaitu Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, istri Plt Wali Kota Surabaya Dini Syafariah Endah, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, kapolrestabes Surabaya, kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, danrem 084/Bhaskara Jaya, kajari Tanjung Perak, kajari Surabaya, dan ketua Pengadilan Negeri Surabaya.

Kemudian ada ketua IDI Surabaya, kepala Kemenag Kota Surabaya, kepala Bidang Keperawatan RSUd dr Soewandhie, tim penggerak PKK Tegalsari, kepala Cabang Surabaya BPJS Kesehatan, wakil ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, dan ketua PPNI Surabaya. (Rangga Aji/ln)

 

  • Bagikan