JEMBER, Tugujatim.id – Manfaatkan pekarangan kantor kelurahan, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama Pokja III Mangli menanam tanaman obat untuk kesehatan ibu hamil.
Setidaknya, sekitar 115 jenis tanaman obat ditanam di pekarangan Kantor Kelurahan Mangli yang terletak di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Nantinya, hasil panen tanaman obat tersebut akan diolah Pokja III sebelum diberikan kepada para ibu hamil.
“Yang sering kami tanam itu temulawak, kunyit, jahe, bawang dayak. Jadi, kami sering membuat sirup yang nanti akan dibawa pulang dan dibawa Pokja III,” ujar Sekretaris PKK Mangli Denis Yeyeng Ekawatie pada Rabu (03/07/2024).
Pembagian hasil olahan dari tanaman obat itu diberikan secara gratis setelah melalui berbagai proses yang dilakukan oleh Pokja III Mangli. Olahan dari tanaman obat itu baru dibagikan kepada ibu hamil saat melakukan pertemuan di Kantor Kelurahan Mangli.
Baca Juga: 925 Botol Arak Bali Berhasil Disita Polres Mojokerto Kota Saat Dikirim ke Kediri
“Dari Pokja III, jadi mereka bawa pulang ya mereka olah. Di saat ada undang ke sini, kami mengundang ibu hamil dikasih,” jelas Denis Yeyeng.
Karena masa panen dari tanaman obat tersebut musiman, Denis Yeyeng menegaskan, pemberian hasil dari olahan tanaman obat itu tidak diberikan secara rutin. Melainkan setiap ada pertemuan atau pembinaan ibu hamil, hasil olahan tanaman obat diberikan.
Setelah masa panen tanaman obat, pihaknya perlu melakukan penanaman kembali. Melihat kondisi lahan yang terbatas, menjadi kendala produksi hasil olahan tanaman obat yang diberikan kepada para ibu hamil di Kelurahan Mangli.
“Kadang kendalanya di kami karena memang lahan yang ditanami memang segini. Jadi, kami tidak bisa memenuhi setiap waktu, jadi di saat ada pertemuan saja saat kami mengundang mereka ke sini ada pembinaan dari mereka kami kasih,” papar Denis Yeyeng.
Baca Juga: Tiga Warna Beach, the Best Water Tourism Destination in Malang
Berbagai upaya evaluasi juga dilakukan terhadap hasil pengolahan tanaman obat. Menurut Denis Yeyeng, saat dilakukan pertemuan bersama ibu hamil, pihaknya langsung memberikan olahan tanaman obat untuk diberikan masukan oleh para ibu hamil.
“Waktu disosialisasikan itu sekaligus diberikan terus diminum. Jadi kan kami menerima masukan dari mereka, ini terlalu ketir, ini terlalu pahit, kok nggak enak Bu ini mungkin apa gulanya kurang, langsung diprotes di sana sehingga nanti ke depannya kami bisa memperbaiki,” papar Denis Yeyeng.
Tidak hanya itu, pihaknya juga merawat tanaman obat yang dilakukan selama dua kali dalam satu bulan, yaitu pada hari Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








