JEMBER, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menggelar prosesi Wisuda ke-48 di GOR Perjuangan 45 Polije, Sabtu (11/10/2025).
Sebanyak 1.581 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dari empat kampus Polije, yakni Kampus Utama Jember, Kampus 2 Bondowoso, Kampus 3 Nganjuk, dan Kampus 4 Sidoarjo. Ribuan peserta yang diwisuda itu terbagi dalam dua hari pelaksanaan, yakni 11 dan 12 Oktober 2025.
Direktur Polije, Saiful Anwar STP MP menyampaikan rasa bangga atas capaian luar biasa tersebut. Ia menegaskan, wisuda kali ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polije, tetapi juga bagi seluruh orang tua dan masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di kampus vokasi unggulan tersebut.
“Sebanyak 1.581 wisudawan sudah diwisuda dari kampus utama, kampus 2 Bondowoso, kampus 3 Nganjuk, dan kampus 4 Sidoarjo. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Polije, wisudawan, dan juga orang tuanya,” ujar Saiful.
Selain momentum wisuda, tahun ini Polije juga dipercaya menjadi rujukan nasional program beasiswa tugas belajar atau alih jenjang pendidikan kesehatan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Program alih jenjang pendidikan kesehatan ini menjadi bentuk nyata implementasi tagline Kemendikbud Saintek Berdampak bagi masyarakat di manapun berada,” katanya
Melalui program ini, tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia dapat meningkatkan kualifikasi pendidikan dari Diploma 3 (D3) ke Sarjana Terapan (D4/S1) atau Profesi.
“Polije menerima penugasan dari Kemenkes untuk melanjutkan keberlanjutan lintas jenjang dari Diploma 3, khususnya di bidang kesehatan, ke jenjang S1 Terapan di Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan. Ini tentu memberikan peran penting bagi alumni Diploma 3 di manapun berada untuk melanjutkan studi di jurusan kesehatan Polije,” jelas dia.
Menurut Saiful, amanah tersebut menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap kualitas pendidikan vokasi Polije.
BACA JUGA: Inovasi Polije, Edukasi Digital untuk Lansia Diabetes Lewat VANESA
“Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas SDM dan memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa di seluruh kampus Polije,” imbuhnya.
Selain dipercaya oleh Kemenkes, Polije juga terus memperkuat kiprahnya di tingkat nasional dan internasional. Tahun 2025 menjadi momen bersejarah karena kampus vokasi unggulan ini berhasil menerima sekitar 3.500 mahasiswa baru, jumlah terbanyak sepanjang sejarah Polije.
Polije juga menjadi tuan rumah ajang Agricultural Innovation and Technology Competition (AITEc) yang diikuti oleh enam negara. Dalam kompetisi tersebut, Polije sukses meraih juara umum di bidang pertanian bertaraf internasional.
“Kepercayaan dan pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa Polije mampu bersaing di tingkat global. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing di bidang agrotropika,” tegas Saiful.
BACA JUGA: Politeknik Negeri Jember Raih Juara Umum di AITeC 2025
Ke depan, ia berharap, agar para lulusan selalu menjaga nama baik almamater di manapun mereka berkiprah. Saiful optimis, para lulusan terus membawa semangat vokasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap para lulusan tidak berhenti belajar. Teruslah berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata di masyarakat. Jadilah representasi kampus vokasi unggulan yang berdampak bagi bangsa,” pungkasnya.
Di sisi lain, salah satu wisudawati penerima beasiswa Kemenkes, Vivi Sumarliyanti Ekowati Sugiyanto, turut menjadi bagian dari 1.581 lulusan Polije tahun ini. Vivi merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan asal Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Usai hampir dua tahun menempuh pendidikan beasiswa dari Kemenkes di Polije, Vivi mengungkap rasa syukurnya. Ia menilai, perjalanan studinya di Polije selama dua tahun penuh memberikan pengalaman berharga, baik secara akademik maupun pribadi.
“Perasaannya luar biasa, sangat senang dengan pencapaian saat ini. Dua tahun bukan waktu yang sedikit, tapi sangat luar biasa bersama Polije,” ungkap Vivi.
Mahasiswi asal Indonesia Timur itu juga menuturkan bahwa selama menempuh studi di Polije, ia melihat perkembangan kampus yang begitu pesat, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan dosen terhadap mahasiswa penerima beasiswa.
BACA JUGA: Punya Tata Kelola Keuangan Baik, Polije Terima Penghargaan dari KPPN Jember
“Saya berasal dari Sumba Barat, satu provinsi dengan Kampus 6 Polije yang berada di Sabu Raijua, NTT. Melihat perkembangan Polije yang begitu cepat membuat saya semakin bangga menjadi bagian dari kampus ini,” sambungnya.
Kini setelah lulus, Vivi berencana untuk kembali ke daerah asalnya di Nusa Tenggara Timur dan mengabdikan diri sebagai tenaga kesehatan.
“Kebetulan saya sudah bekerja, dan setelah wisuda ini saya akan kembali mengabdi ke daerah saya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








