JEMBER, Tugujatim.id – Puncak Agricultural Innovation and Technology Competition (AITeC) ke-7 resmi dibuka, Minggu (28/9/2025). Ajang bergengsi itu kembali digelar di GOR Perjuangan ‘45 Politeknik Negeri Jember (Polije).
Babak final AITec ke-7 itu dibuka oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. Menurut Dr. Beny, ini bukan kali pertama Polije menjadi tuan rumah Kompetisi Inovasi Teknologi Bidang Pertanian tersebut.
Untuk itu, ia berkomitmen agar kompetisi ini bukan saja menjadi ajang perlombaan. Namun sarana penguatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten. Khususnya, pada bidang pertanian
“Kompetisi ini melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan, keterampilan, serta daya saing global. Kami berharap AITeC memberi manfaat nyata bagi pengembangan pertanian sekaligus menyiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

Keterlibatan mahasiswa internasional ini, menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Sehingga AITeC berpotensi untuk terus berkembang menjadi kompetensi pertanian berskala internasional.
“Kehadiran peserta mancanegara memperluas jaringan kolaborasi dan membuka peluang pertukaran pengetahuan lintas negara,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan terimakasih dan rasa bangga atas kepercayaan untuk menunjuk Polije sebagai tuan rumah. Ajang ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat sinergi antar perguruan tinggi.
“AITeC ke-7 bukan hanya ajang adu inovasi, tetapi juga ruang kolaborasi yang menekankan pentingnya kerja sama di bidang pertanian. Kami ingin memastikan bahwa Polije terus berperan aktif dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran Direktorat Belmawa dalam membina kegiatan ini. Menurutnya, dukungan dari kementerian sangat penting dalam memperkuat eksistensi AITeC sebagai agenda tahunan yang membawa nilai strategis.
“Dengan pembinaan dari Direktorat Belmawa, kami yakin AITeC akan terus tumbuh menjadi agenda besar dan berkontribusi luar biasa bagi pertanian Indonesia,” tegasnya.
Selain kompetisi, AITeC juga menjadi ajang berbagi pengetahuan, riset, dan inovasi antar mahasiswa serta dosen dari berbagai perguruan tinggi.
AITeC tahun ini lebih istimewa. Pasalnya, di tahun ke-7 itu, melibatkan lima perguruan tinggi dari lima negara. Selain beberapa perguruan tinggi di Indonesia, ada Malaysia, Bangladesh, Timor Leste, dan China.

Kehadiran peserta internasional diharapkan membuka ruang bagi pertukaran ide baru dalam menghadapi tantangan global, seperti ketahanan pangan, inovasi teknologi pertanian, serta pembangunan pertanian berkelanjutan.
Gelaran ini sekaligus menegaskan peran Polije sebagai salah satu politeknik unggulan yang berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah di bidang pertanian.
Dengan jumlah mahasiswa dan cabang kampus yang terus berkembang, Polije bertekad menjaga reputasinya sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan pertanian terapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








