Polres Tuban Musnahkan Ribuan Pil Inex dan Ratusan Liter Miras Tangkapan Selama 2021

Polres Tuban Musnahkan Ribuan Pil Inex dan Ratusan Liter Miras Tangkapan Selama 2021

  • Bagikan
Jajarn Polres Tuban dan sejumlah tokoh masyarakat memusnahkan barang bukti ungkap kasus selama tahun 2021
Jajarn Polres Tuban dan sejumlah tokoh masyarakat memusnahkan barang bukti ungkap kasus selama tahun 2021. (Foto: Rochim)

TUBAN, Tugujatim.id – Ribuan Pil Inex populer atau methylenedioxy-methamphetamine (MDMA) dan ratusan liter miras dimusnahkan jajaran Satresnatkoba Polres Tuban dan perwakilan tokoh masyarakat di Kabupaten Tuban. Ribuan barang bukti (BB) tersebut didapatkan selama pengungkapan kasus di Tahun 2021.

Wakapolres Tuban, Kompol Priyanto, dalam keterangannya mengatakan dalam setahun ada 83 kasus dan total tersangka 91 orang. Jumlah ungkap kasus ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 73 tersangka dari 70 kasus yang ditangani.

“Alhamdulillah ungkap kasus kita ditahun ini lumayan banyak, sedikit meningkat,” ujar Kompol Priyanto kepada awak media, Senin (27/12/2021).

Priyanto menambahkan barang bukti yang hari ini dimusnahkan di antaranya, 96 gram sabu, 3.116 butir pil inex, 50 butir pil karnopen, dan 18.190 pil double L serta 230 liter miras dari berbagai merk dan jenis, termasuk arak, bir hitam, dan anggur merah.

“Hari ini kita musnahkan bareng-bareng. Mari bersama jaga generasi muda kita agar bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” kata Priyanto.

Sementara itu, Kasat Resnarkoban, AKP Daky Dzulkarnain, menambahkan beberapa kasus yang ditangani dari pengirimam ekspedisi. Seperti kasus terakhir di Jenu dan Tambakboyo dikirim melalui JNT.

Modus yang dipakai pengiriman melalui alamat palsu. Sebab setelah dicek, kode pengiriman tidak menggunakan alamat, identitas dan nomor yang sebenarnya.

“Yang jelas Tuban lumayan banyak peredarannya,” sambung Daky sapaan akranya.

Sedangkan wilayah yang banyak peredaran penyalahgunaan obat hampir di seluruh Kabupaten Tuban, terlebih di daerah Palang, Tambakboyo hingga perbatasan wilayah Lamongan utara maupun Rembang.

“Pengunannya rata-rata dari kalangan nelayan, sopir dan yang lainnya,” pungkasnya.

  • Bagikan