Poster 'Pinokio' Jokowi Sempat Bikin Ricuh Demo Tolak Omnibus Law Jilid 3 di Malang - Tugujatim.id

Poster ‘Pinokio’ Jokowi Sempat Bikin Ricuh Demo Tolak Omnibus Law Jilid 3 di Malang

  • Bagikan
Poster Pinokio Jokowi atau Jokowi berhidung mancung dibawa demonstran tolak Omnibus Law(Foto: AZM)
Demo tolak Omnibus Law di Malang sempat ricuh saat demonstran membawa poster bergambar 'Pinokio' Jokowi. (Foto: AZM)

MALANG – Poster satire Presiden Jokowi berhidung mancung atau ‘Pinokio’ Jokowi sempat membikin ricuh demo menolak Omnibus Law Jilid 3 di Malang, Jumat (23/10/2020). Gambar poster itu membuat para demonstran sempat adu mulut dengan petugas kepolisian.

Untuk diketahui, massa aksi unjuk rasa tersebut datang dari kalangah mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kota Malang dan GMNI Malang Raya.  Unjuk rasa itu diamankan oleh 800 personil keamanan dari TNI/Polri ini awalnya berlangsung damai.

Baca Juga: Prekuel Game of Thrones Akan Rilis Tahun 2022, Fokus ke Cerita Keluarga Targaryen

Massa melakukan aksi longmarch menuju Balai Kota Malang, dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Tampak juga demonstran membentangkan poster-poster penolakan hingga gambar satire berupa Presiden Jokowi berhidung mancung. Lengkap diberi tagar #JokowiBohong.

Gambar ini rupanya membuat aksi unjuk rasa yang semula berlangsung damai sempat diwarnai aksi adu mulut. Di tengah orasi, polisi berusaha merebut poster ‘Pinokio’ Jokowi ini dari tangan demonstran. Tak pelak, aparat dan demonstran sempat bersitegang. Beruntung tidak terjadi bentrok yang lebih meluas.

Lebih lanjut, tampak Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko bersedia menemui massa untuk melakukan dialog terkait tuntutan massa yang meminta Pemkot Malang untuk menyampaikan sikap atas disahkannya UU Sapu Jagat ini.

Baca Juga: Prabowo Temui Menhan Prancis, Pererat Kerja Sama Pertahanan Indo-Pasifik

Menyikapi sikap dan tuntutan itu, pria yang akrab disapa Bung Edi ini akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa menolaj Omnibus Law ini ke Pemerintah Pusat selaku yang berwenang atas pengesahan UU Ciptaker tersebut.

”Poin sikap, tuntutan dan harapan dari teman-teman tadi saya terima, lalu akan saya sampaikan ke Wali Kota untuk nanti diserahkan ke Pemerintah Pusat. Bagaimanapun, disana yang berwenang,” terangnya.

Lebih jauh, Bung Edi menyampaikan apresiasi positif atas aksi demonstrasi mahasiswa yang dilakukan dengan cara-cara positif dan berakhir damai.

”Menyampaikan aspirasi boleh, tapi jangan sampai merusak fasilitas-fasiltas umum di sekitar kita,” tandasnya (azm/gg)

  • Bagikan