• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dedi Hermawan.

Dedi Hermawan, guru SDN VI Sumberpetung, Kalipare, Kabupaten Malang, ini tampak mengajar satu-satunya siswa kelas V bernama Ilham Mahendra. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Media Group)

Potret Kegigihan Dedi Hermawan, Guru Ngajar Hanya Satu Murid di Pelosok Malang: Rela Berbagi Kelas Bersekat Triplek

Dwi Linda by Dwi Linda
7 months ago
in Featured, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kisah inspiratif program “Cerita Manusia” datang dari Dedi Hermawan, 44, pada peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada Selasa (25/11/2025). Potret kegigihan seorang guru di pelosok Kabupaten Malang, Jatim, tepatnya di SDN VI Sumberpetung, Dusun Pondok Kobong, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare.

Dedi Hermawan mengajar siswa kelas IV dan V. Sekolah tempat dia mengajar kekurangan ruang kelas, yakni hanya ada empat ruangan. Dia terpaksa menggabungkan kelas IV dan kelas V menjadi satu dengan disekat sebuah triplek ala kadarnya.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Baca Juga: Nyentrik! Prosesi Pengukuhan Guru Besar di Malang Diarak Klub Motor

Uniknya, hanya ada satu murid kelas V bernama Ilham Mahendra. Untuk kelas IV, ada sepuluh siswa. Karena itu, kenapa ruangan kelas V cukup sempit karena hanya untuk menampung satu siswa.

Saat Tugu Media Group masuk kelas, Ilham tampak sendirian belajar dengan sebuah lembar kerja siswa (LKS). Dia terlihat jarang interaksi dengan “tetangganya” yang merupakan adik kelasnya.

”Saya gantian jadinya ngajarnya, satu jam, satu jam. Misal ketika saya ngajar di kelas IV, maka Ilham dikasih tugas, begitu juga sebaliknya,” kata Dedi Hermawan yang merupakan lulusan dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).

Dia mengatakan, tantangan mengajar seorang anak itu lebih besar. Jika banyak siswa, dia mengatakan, ada interaksi yang lebih banyak. Sedangkan kalau hanya satu siswa, dia menjelaskan, interaksinya sangat minim.

”Apalagi anaknya ini bisa dibilang kurang dalam menangkap pelajaran. Jadi, agak sulit ngajak interaksinya,” imbuhnya.

Guru SDN VI Sumberpetung Dedi Hermawan.
Sekolah keterbasan ruangan sehingga kelas IV dan kelas V hanya terpisah oleh triplek sederhana. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Media Group)

Meski begitu, dia tetap mensyukuri bisa mengajar Ilham. Apalagi, dia mengatakan, Ilham cukup memiliki kemauan.

”Kelasnya tidak saya gabung karena pelajarannya berbeda. Jadi ya harus sabar saja,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, sebagai guru yang hanya mengajar satu siswa bak menjadi tutor sebaya bagi Ilham. Karena itu, dia harus bahagia setiap hari agar energi kebahagiaannya mengalir ke Ilham dan murid-muridnya.

”Kalau ditanya soal greget, lebih greget ngajar di kelas IV karena anaknya banyak. Jadi misal satu pasif, yang lain bisa aktif,” imbuh lulusan Universitas Terbuka dan SMK Nasional, Kota Malang, ini.

Soal pengalaman menjadi guru, dia bersyukur saat ini sudah berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan sudah tersertifikasi sejak 2019 silam. Sedangkan sejak 2004-2019, dia berstatus guru honorer.

”Saya jadi guru honorer pernah digaji Rp50 ribu dalam sebulan. Terakhir digaji Rp350.000 sebulan, mengerikan pokoknya,” kata pria yang berdomisili di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, ini.

Meski penuh keterbatasan, dia selalu sabar menerima keadaan. Selain itu, dia juga mencari pemasukan tambahan agar dapur keluarganya tetap mengepul.

”Saya menjadi panitia-panitia seperti panitia pemilu, karang taruna, atau yang lain saat ada kegiatan di desa. Akhirnya saya ada pemasukan tambahan. Saya juga ngajar di sekolah lain pada 2007,” imbuhnya.

Makna Jadi Guru: Bersabar, Ikhlas, dan Tanggung jawab

Menurut dia, makna guru adalah profesi yang mengharuskan untuk terus bersabar, ikhlas, dan bertanggung jawab.

”Guru juga harus mengajarkan sikap disiplin, peka terhadap lingkungan, dan berbakti pada orang tua kepada para siswa. Selain tentu saja pelajaran-pelajaran wajib lainnya,” katanya.

Dedi Hermawan guru di pelosok Malang.
Dedi Hermawan dan siswanya Ilham Mahendra foto bersama di depan sekolah.(Foto: Irham Thoriq/Tugu Media Group)

Sementara itu, Ilham Mahendra, satu-satunya siswa kelas V, mengatakan, dia sekolah di sini sejak kelas 3 SD. Dia pindah dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tidak jauh dari sekolah ini.  Awalnya, dia memiliki satu teman, tapi sudah lama pindah ke Mojokerto.

”Tidak masalah sendirian, enak juga. Tidak ada yang nyontek kalau pas ujian,” katanya lalu tertawa.

Saat ditanya soal cita-cita, dia dengan sederhana menjawab ingin menjadi sopir truk.

”Pengen saja jadi sopir truk, kayanya enak gitu,” kata anak dari seorang kuli bangunan (ayahnya) dan ibunya seorang petani ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Irham Thoriq

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniCerita ManusiaHari Guru Nasional 2025Kabupaten Malang hari iniKisah inspiratif guru di pelosok MalangMalangSDN 6 Sumberpetung Kabupaten Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
BMKG

BMKG: Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Wilayah Jawa Timur

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID