TUBAN, Tugujatim.id – Pria Tuban nekat menganiaya ayah kandungnya sendiri hanya karena merasa tak disapa. D (32), pelaku menghantam ayah kandungnya dengan batu hingga pingsan.
Insiden mengejutkan itu terjadi pada Selasa (29/4/2025) di Desa Padasan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.
Pelaku D (32) diduga tersinggung dengan sikap sang ayah, Mundakir (59), yang tak menyambut kehadirannya saat mampir ke rumah. Akibat pukulan batu ke kepala, korban harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri. Kasus ini kini ditangani Polres Tuban.
Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku mengaku sakit hati lantaran merasa diabaikan sejak kecil. Momen itu memuncak saat ia mampir ke rumah orang tuanya, namun justru diabaikan.

Ayahnya langsung pergi membawa motor tanpa sepatah kata pun. Merasa tersinggung dan marah, D langsung mencari batu dan menghantam ayahnya dari belakang.
Wakapolres Tuban, Kompol Achmad Robial menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi begitu cepat. Ketika pelaku menyapa sang ibu, tiba-tiba korban malah berlalu pergi dengan motornya tanpa menoleh ataupun menyapa.
“Emosi pelaku langsung memuncak. pelaku mengambil batu dan menghantam pelipis kanan ayahnya hingga korban terjatuh. Tak berhenti di situ, pelaku kembali mengambilnya lagi dan memukulkannya ke bagian belakang kepala korban,”kata Kompol Robi, Sabtu (10/05/2025).
Korban langsung tak sadarkan diri akibat luka parah di bagian kepala. Melihat kondisi Mundakir, pihak keluarga yang lain langsung membawa korban ke rumah sakit.
BACA JUGA: Pelaku Curanmor di Malang Tak Sempat Hidupkan Motor Ditangkap Penjaga Cafe
“Merasa tak terima atas tindakan brutal tersebut, keluarga akhirnya melaporkan D ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tuban,” terangnya.
Kini, D harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
“Polisi juga menyita barang bukti berupa sebongkah batu dan pakaian korban berwarna biru dongker yang masih berlumuran darah,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








