Tugujatim.id – Profesi Akuntan terancam digantikan AI di Masa Depan? Artificial Intelligent (Kecerdasan Buatan) atau kerap kita sebut AI adalah teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin untuk mensimulasikan pembelajaran, pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, kreativitas, dan otonomi manusia (ibm.com). Adanya AI untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah, mulai dari permasalahan yang simpel sampai kompleks.
Dilansir dari ibm.com Penggunaan AI sudah dilakukan pada tahun 1950-an, yang berfokus pada kecerdasan manusia yang ditunjukkan oleh mesin. Kemudian AI terus berkembang hingga sekarang, menjadi Generative AI atau Gen – AI, yang berfokus pada deep learning models, yang dapat membuat konten original. Model ini dapat membantu pekerjaan manusia dalam membuat ide konten secara original mulai dari percakapan, cerita, gambar, video dan musik.
Akankah AI menggantikan Profesi Akuntan?
Teknologi membuat beberapa fungsi akuntan dapat digantikan dengan perangkat lunak. Kita hanya perlu memasukkan data atau transaksi ke dalam sistem, kemudian proses akuntansi berjalan secara otomatis hingga berbentuk laporan keuangan. Seperti contoh perangkat lunak yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari, yaitu Microsoft Excel.
Menurut Robert Half, perusahaan internasional konsultan sumber daya dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa 63% perusahaan di Amerika Serikat menganggap Excel sebagai alat akuntansi yang penting.
“63% perusahaan Amerika menganggap Excel sebagai alat akuntansi yang penting.” kutipan Robert Half pada website goskills.com.
Selain Excel, terdapat perangkat lunak akuntansi dan keuangan lain yang dapat membantu kinerja akuntan, seperti Accurate, SAP, Xero dan lain sebagainya. Perangkat lunak ini telah diadopsi oleh banyak akuntan dan pebisnis untuk menunjang kinerja keuangan mereka.
AI membawa perangkat lunak akuntansi ke tingkat berikutnya. Dengan menggunakan cloud, kita dapat lebih fleksibel dalam mengakses data di mana saja. Perangkat lunak akuntansi berbasis cloud juga secara berkala memperbarui informasi keuangan secara otomatis sehingga kesalahan dapat diminimalkan.
Kemajuan teknologi ini membuat orang menyimpulkan bahwa profesi akuntansi tidak lagi dibutuhkan di masa depan. Benarkah kita tidak lagi membutuhkan akuntan?
Dosen Swiss German University, Imelda Suardi, mengatakan saat ini perkembangan akuntansi memang sudah berkembang dengan hadirnya teknologi. Namun, pernyataan bahwa profesi akuntansi dapat digantikan oleh robot tidak sepenuhnya benar.
“Mungkin ada pekerjaan yang sangat teknis (bisa digantikan teknologi), tapi kendalinya tetap manusiawi,” ujarnya dalam acara webinar “Akuntansi dan Perpajakan di Era Digital ” yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi dan Analisis Data SGU , Sabtu, 20 November 2020.
Munculnya teknologi kecerdasan buatan justru membuat profesi akuntansi berkembang ke jenjang berikutnya. Seorang akuntan dituntut tidak hanya mampu mengerjakan pekerjaan administratif, tetapi juga mampu berintegrasi dengan teknologi informasi. Semakin cepat perkembangan zaman, seorang akuntan juga harus bisa menyesuaikan dengan teknologi yang ada. Tidak hanya merefleksikan apa yang terjadi, seorang akuntan juga harus dapat memproyeksikan apa yang akan terjadi kedepannya dengan didukung analisis data pendukung.
Seorang akuntan ke depannya diharapkan menjadi penasihat keuangan juga untuk perusahaan atau kliennya. Karena itu, akuntan harus memiliki soft skill yang berkualitas. Kemampuan presentasi yang baik, komunikasi, bahasa dan problem solving sangat diperlukan di masa mendatang. Keahlian teknis maupun non-teknis yang dimiliki serta selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada, profesi akuntan tetap dibutuhkan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Reihan Ali Ramadhan Fajariansyah/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








