Tugujatim.id – Menjelang Hari Raya Iduladha, dua hari sebelum penyembelihan hewan kurban ternyata menyimpan keutamaan besar bagi umat Islam. Tepatnya pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, dikenal sebagai hari Tarwiyah dan Arafah, dua momentum ini sangat dianjurkan untuk diisi dengan ibadah puasa sunnah.
Bagi Muslim yang tidak sedang berhaji, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah sehari setelahnya, menjadi kesempatan istimewa untuk mendulang pahala dan ampunan.
Namun, berbeda halnya dengan jemaah haji. Menurut ulama terkemuka Imam Nawawi, puasa di dua hari itu makruh bagi mereka yang sedang menjalankan rukun Islam kelima tersebut karena dapat mengurangi tenaga saat wukuf di Arafah.

Dikutip dalam artikel Nu Online menyebutkan, Hadis Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar dalam Jam’ul Jawami’, menyebutkan bahwa puasa Tarwiyah dapat menggugurkan dosa selama setahun.
Sedangkan puasa Arafah mampu menghapus dosa dua tahun—setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan ini menjadikan kedua hari tersebut sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.
Seperti puasa sunnah lainnya, niat menjadi bagian penting yang tidak boleh dilupakan. Niat puasa Tarwiyah dilakukan sejak malam hari hingga sebelum fajar menyingsing.
Namun jika lupa, masih diperbolehkan niat di siang hari, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut lafal niat puasa Tarwiyah pada malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
Untuk yang lupa berniat di malam hari, dapat mengucapkan niat siang hari berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
Puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Ia menyimpan pesan spiritual mendalam tentang kesempatan kedua, tentang harapan untuk kembali bersih dari dosa, tanpa harus menunggu Ramadan berikutnya.
Di tengah kesibukan duniawi, dua hari ini menjadi momentum untuk memperkuat koneksi batin dengan Sang Pencipta. Bagi yang belum berangkat ke Tanah Suci, inilah salah satu cara untuk tetap merasakan keberkahan Dzulhijjah dari rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








