PASURUAN, Tugujatim.id – Puluhan babi ternak milik warga Desa Sedaeng dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mati mendadak. Berdasarkan laporan warga di Desa Sedaeng, ada 50 ekor babi yang mati. Sementara di Desa Wonokitri, ada 20 ekor yang mati.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Ainur Alfiah mengatakan, babi ternak yang mati memiliki ciri kematian berupa warna kebiruan di perutnya.
“Ciri kematian yang sama di perutnya terdapat warna kebiruan,” ujar drh Ainur Alfiah, Selasa (11/02/2025).
Alfiah mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi kematian babi ternak untuk mengambil sampel darahnya. Sampel itu nantinya akan diuji ke laboratorium untuk memastikan penyebab kematian babi ternak tersebut.
“Kemarin tim dari dinas kabupaten dan provinsi dan laboratorium dari Malang mengambil sampel darah untuk memastikan penyebab babi mati. Kami masih menunggu sekitar seminggu ini untuk mendapatkan hasilnya,” ungkapnya.
Alfiah mengungkapkan kematian massal babi di Tosari dimulai sejak Desember 2024. Kematian tiap harinya terus terjadi dan makin hari semakin banyak.
Populasi babi di Tosari saat ini mencapai 2.000 ekor. Biasanya daging babi digunakan untuk acara keagamaan warga Suku Tengger.
Menurut Alfiah, sebagian besar babi-babi yang dipelihara warga, baik di Wonokitri maupun Sedaeng, dibeli dari para pedagang asal Malang. Dia mengkhawatirkan babi-babi tersebut tertular virus African Swine Fever (ASF) seperti yang pernah terjadi di Malang pada 2021.
“Yang menyerang babi di Malang memang ASF. Dikhawatirkan virus yang sama kemudian ditularkan ke babi-babi milik warga Sedaeng dan Wonokitri,” ungkapnya.
Alfiah mengatakan, hingga saat ini belum ada vaksin tersedia untuk ternak babi. Antisipasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan memberikan obat-obatan serta melakukan desinfektan di sejumlah kandang babi milik warga.
“Kami beri obat-obatan dan kami beri penyemprotan desinfektan ke beberapa kandang babi yang kami sampling. Kami minta warga agar rajin-rajin melakukan desinfektan ke kandang dan babinya diberi vitamin,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati