JEMBER, Tugujatim.id – Layaknya pohon tanpa daun yang masih berdiri, demikian kesan muncul saat melihat Pustu atau Puskesmas Pembantu Tegal Boto di Jalan Bengawan Solo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Bangunan fasilitas kesehatan ini secara struktur masih ada namun tanda-tanda kehidupan nyaris tidak terlihat. Pemandangan di sekitar Pustu menunjukkan kondisi yang kurang terawat. Rumput liar tumbuh tinggi mengelilingi bangunan, perabotan tampak usang dan berdebu, sementara dinding bangunan menampakkan cat yang mulai mengelupas di beberapa sisi.
Dari pantauan Tugujatim.id saat mengunjungi lokasi untuk mengumpulkan informasi, seorang perawat yang bertugas di sana enggan memberikan keterangan. Dengan alasan prosedural, perawat tersebut mengarahkan tim untuk berkonsultasi langsung ke Puskesmas Sumbersari.
“Kami satu pintu, jadi informasi terkait Pustu ini, semuanya ada di Puskesmas Sumbersari,” ujarnya singkat.
Kepala Puskesmas Sumbersari, Dian Alfiyatul mengklarifikasi bahwa Pustu tersebut masih aktif dan beroperasi. Menurut penjelasannya, terdapat dua bidan, dua kader posyandu, dan satu perawat yang ditugaskan di fasilitas tersebut. Namun Dian mengakui bahwa seringkali Pustu tidak dijaga dengan personil lengkap.
“Para tenaga kesehatan juga memiliki banyak agenda di luar, mulai dari kunjungan ke rumah pasien hingga pelaksanaan pemeriksaan gratis, sehingga yang berjaga di Pustu memang tidak banyak,” jelasnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Meskipun dengan keterbatasan tenaga, Dian menegaskan bahwa Pustu Tegal Boto tetap melayani masyarakat setiap Senin hingga Sabtu, dengan jam pelayanan mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Ia menambahkan bahwa fasilitas ini selalu menerima kunjungan pasien setiap hari, baik untuk pemeriksaan umum maupun konsultasi ibu hamil dan menyusui.
BACA JUGA: Jember Luncurkan Program UHC Prioritas dengan Cakupan JKN Capai 98 Persen
“Saya tidak memiliki data pasti jumlah pasien harian, tetapi selalu ada yang berkunjung. Umumnya mereka datang dengan keluhan kesehatan dasar seperti sakit kepala atau diare. Jika kasusnya tidak dapat ditangani di sini, pasien akan dirujuk ke puskesmas utama,” tambahnya.
Persepsi berbeda diungkapkan oleh Dodie Siswanto, warga yang tinggal di sekitar Pustu. Ia mengaku tidak mengetahui status operasional fasilitas kesehatan tersebut karena tidak pernah melihat aktivitas di dalamnya.
BACA JUGA: Pemohon Administrasi Kependudukan di Jember Membludak Usai Libur Lebaran
“Saya melewati tempat ini setiap hari dan yang saya lihat pagarnya selalu tertutup. Sepertinya sudah tidak beroperasi lagi,” tutur Dodie saat dikonfirmasi pada Minggu (13/4/2025).
Ia juga menyatakan keengganannya untuk berobat di Pustu tersebut, terutama setelah melihat kondisi fisik bangunan yang kurang terawat dan dirasa tidak meyakinkan.
“Kalau kondisinya meyakinkan, tentu lebih praktis ke Pustu karena hanya perlu menyeberang jalan. Namun dengan keadaan seperti tidak beroperasi begitu, saya lebih memilih langsung ke Apotek atau Puskesmas utama,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








