• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Radio.

Komisioner KPID Jatim Aan Haryono. (Foto: dok. Istimewa)

Inovasi Radio di Era Digitalisasi, Komisioner KPID Jatim: Dari Gelombang Udara ke Layar Gawai

Dwi Linda by Dwi Linda
10 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Dunia penyiaran radio di Jatim tengah menghadapi persimpangan besar. Arus digitalisasi yang makin deras membuat pola konsumsi masyarakat berubah drastis. Namun, di balik tantangan itu, tersimpan peluang baru jika radio berani bertransformasi mengikuti zaman.

Komisioner KPID Jawa Timur Aan Haryono menegaskan bahwa keberlangsungan radio tidak lagi bisa hanya mengandalkan romantisme masa lalu. Menurut dia, publik kini menuntut akses yang lebih fleksibel dan serba cepat.

You might also like

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

22/07/2026 9:39 AM
Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

22/07/2026 7:46 AM

“Radio bukan lagi sekadar mendengarkan siaran lewat perangkat konvensional. Pendengar sekarang ingin bisa mengakses melalui gawai, media sosial, bahkan podcast. Tantangannya, bagaimana radio menghadirkan konten yang relevan dan tidak terjebak pada pola lama,” ungkap Aan, Rabu (10/09/2025).

Baca Juga: Film Pangku Siap Ditonton 6 November, Debut Sutradara Reza Rahadian Curi Perhatian BIFF 2025

Meski era digital kian dominan, Aan menyebut radio tetap memiliki keunggulan yang sulit digantikan: kedekatan emosional dengan pendengar. Di banyak daerah, radio masih menjadi ruang interaksi hangat, terutama dalam menyampaikan informasi lokal yang jarang terangkat di media arus utama.

“Justru di era serba digital, konten lokal inilah yang bisa jadi keunggulan kompetitif radio. Orang ingin mendengar cerita, musik, dan informasi yang dekat dengan kehidupan mereka,” tambahnya.

Radio dinilai mampu menghadirkan sesuatu yang lebih personal. Misalnya, siaran salam-salaman, informasi acara desa, hingga update lalu lintas di jalan lokal. Hal sederhana semacam itu ternyata masih punya magnet kuat bagi masyarakat.

Radio Tata Ulang Model Bisnis

Namun, kekuatan kedekatan saja tidak cukup. Menurut Aan, radio harus berani menata ulang model bisnisnya. Jika selama ini hanya bergantung pada iklan tradisional, kini waktunya menjalin kolaborasi lebih luas dengan dunia digital.

“Radio bisa sinergi dengan media daring, menghadirkan siaran lintas platform, bahkan mengembangkan kanal visual. Itu langkah konkret agar radio tidak hanya jadi media lama, tapi bagian dari ekosistem digital yang sedang tumbuh,” jelasnya.

Sejumlah radio lokal di Jawa Timur sudah mencoba langkah ini. Ada yang mengubah siaran mereka menjadi podcast agar bisa diputar ulang kapan saja, ada juga yang aktif di platform video pendek untuk menjangkau generasi muda. Langkah-langkah kecil itu dianggap sebagai pintu masuk menuju masa depan radio.

Aan juga menyoroti peran radio dalam menghadapi banjir informasi di media sosial. Menurut dia, radio lokal bisa tampil sebagai penjernih, terutama ketika hoaks dan disinformasi makin mudah tersebar.

“Kalau radio bisa membangun kepercayaan, menghadirkan informasi yang akurat sekaligus humanis, dia akan tetap punya tempat di hati masyarakat,” ujarnya.

Transformasi memang tidak mudah. Butuh keberanian dari pelaku industri radio untuk meninggalkan zona nyaman mereka. Namun, Aan optimistis, tantangan ini justru bisa menjadi pintu menuju peluang baru.

“Tantangan ini bukan akhir. Justru ini awal bagi radio untuk menjadi lebih dekat, lebih personal, dan lebih relevan dari sebelumnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Inovasi radio di JatimKomisioner KPID JatimTantangan radio di JatimTransformasi radio
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

by Dwi Linda
22/07/2026 9:39 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar...

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Next Post
DPRD Jember.

Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen SK LP2B Ganda Memanas, DPRD Jember Ancam Ambil Jalur Hukum

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID