Ramai Dimaki Konsumen, Kurir di Bojonegoro: Kami Hanya Pengantar Barang Saja! - Tugujatim.id

Ramai Dimaki Konsumen, Kurir di Bojonegoro: Kami Hanya Pengantar Barang Saja!

  • Bagikan
Ilustrasi kurir pengantar barang online. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi kurir pengantar barang online. (Foto: Pixabay)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Akhir-akhir ini, masyarakat tengah dihebohkan dengan beberapa video yang mempertontonkan sikap konsumen atau pembeli barang online via COD (cash on delivery atau bayar di tempat) yang memaki bahkan mengancam kurir pengantar barang. Tak hanya di kota-kota besar, kejadian yang sama pernah dialami Wandi, salah satu jasa ekspedisi di Bojonegoro, ini mengaku sering mendapat amarah dari konsumen.

“Kalau ancaman belum pernah mengalami, tapi makian dari konsumen sudah seperti makanan tiap hari. Entah mereka tidak paham sistemnya atau seperti apa, tapi kami (kurir, red) selalu menjadi sasaran amarah konsumen,” tutur Wandi pada Sabtu (29/05/2021).

Padahal, menurut dia, pihak jasa ekspedisi hanya bertugas mengantarkan barang kepada konsumen. Untuk urusan isi dari barang yang dibeli adalah tanggung jawab distributor.

“Kami hanya pengantar barang saja, tanggung jawab kami sebatas jika kemasan barang mengalami kerusakan misalkan basah dan sebagainya. Tapi, kalau untuk isi dan kualitas barang, itu urusan distributor,” jelasnya.

Ilustrasi barang dari jual beli online. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi barang dari jual beli online. (Foto: Pixabay)

Menurut Wandi, kebanyakan dari mereka yang protes karena barang yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan, terlebih beberapa konsumen tidak mau membayar saat menggunakan sistem COD sehingga kurir harus menanggung kerugian.

Dampak lain yang dirasakan kurir adalah penilaian negatif yang diberikan konsumen sering kali membuatnya mengalami pemotongan gaji hingga teguran dari perusahaan.

“Terkadang dari pihak penerima tidak di rumah atau beberapa kejadian seperti ban sepeda kempes dan lain sebagainya, jadi barang telat sampai. Akibatnya, selain dari konsumen, kami juga dapat teguran dari atasan,” jelas Wandi.

Untuk itu, Wandi berharap, pembeli seharusnya memastikan terlebih dahulu kualitas barang yang akan dibeli dari penilaian konsumen, penilaian toko, atau menanyakan langsung melalui kolom pesan dengan pemilik toko. Dia juga berharap tidak ada lagi makian bahkan ancaman yang diberikan kepada kurir.

“Saya berharap masyarakat lebih teliti lagi dalam membeli barang secara online, entah barang itu sesuai atau tidak dengan yang mereka inginkan. Mereka tidak berhak marah dengan kami selaku pengantar barang,” ujar Wandi.

  • Bagikan