TUBAN, Tugujatim.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban menggelar pelatihan intensif bagi 100 juru sembelih halal (Juleha) dan petugas penanganan daging kurban.
Kegiatan ini dilangsungkan selama dua hari di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Bancar, dimulai Selasa (27/5/2025), sebagai bentuk persiapan teknis dan spiritual menghadapi penyembelihan massal saat Iduladha.
Puluhan takmir masjid dan juru sembelih dari Kecamatan Bancar, Jatirogo, Tambakboyo, dan Jenu ambil bagian dalam pelatihan yang terbagi dalam dua sesi, yakni praktik penyembelihan langsung pada hari pertama. Selain itu, disusul dengan bimbingan teknis (bimtek) serta pemahaman tentang standar daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) pada hari kedua.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban Pipin Diah Larasati mengatakan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Aditya Halindra Faridzky. Dia mengatakan, bupati meminta agar penyembelihan hewan kurban di Tuban tahun ini dilakukan secara lebih profesional dan sesuai kaidah syariah.
“Harapannya, masyarakat bisa menikmati daging kurban yang tidak hanya halal secara agama, tapi juga higienis dan memenuhi aspek kesehatan,” jelas Pipin.
Para juru sembelih di Tuban juga diberikan perlengkapan penyembelihan standar untuk memastikan proses berlangsung sesuai prinsip kesejahteraan hewan. Selain itu, peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat resmi yang bisa digunakan untuk kegiatan penyembelihan di berbagai tempat ibadah maupun komunitas.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan, para juru sembelih di Tuban juga diminta untuk menjadi agen pengetahuan di lingkungannya.
“Kami berharap setelah pelatihan, mereka bisa membagikan ilmunya ke rekan sesama takmir dan juru sembelih lain di wilayahnya,” imbuh Pipin.
Pelatihan untuk Sejahterakan Hewan
Untuk diketahui, DKP2P Tuban menjalin kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Jawa Timur serta Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Bumi Peternakan Wahyu Utama guna memperkaya dan memperkuat isi materi pelatihan.
Kolaborasi ini, Pipin mengatakan, penting untuk memperkaya pengalaman peserta dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kurban. Materi pelatihan tidak hanya fokus pada tata cara penyembelihan sesuai syariat, tetapi juga menekankan aspek kesejahteraan hewan.
Setiap tahapan mulai dari perlakuan sebelum penyembelihan, proses pemotongan, hingga penanganan pasca sembelih juga diajarkan secara menyeluruh untuk memastikan hewan tidak mengalami penyiksaan atau stres berlebih.
Sementara itu, salah satu pemateri dari BBPP Jatim Iskandar Muda mengaku kagum dengan semangat peserta. Dia menyebut para peserta aktif berdiskusi dan serius menjalani setiap sesi praktik.
“Antusiasmenya luar biasa. ini menunjukkan semangat para juru sembelih untuk menyempurnakan pelaksanaan kurban tahun ini agar lebih baik dan selaras dengan syariat,” ungkap Iskandar.
Dia juga berharap masyarakat mulai memercayakan proses penyembelihan hewan kepada juru sembelih bersertifikat. Menurut dia, dengan begitu, daging kurban yang dibagikan akan benar-benar menjadi halalan thayyiban bagi penerimanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati