• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kwan sing bao Tuban

Warga memperebutkan buceng di Klenteng Kwan Sing Bio dalam ritual penghormatan kepada arwah yang tidak terawat lagi. Foto Rochim

Ritual ‘Rebutan Buceng’ Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Tradisi Merawat Arwah Tak Terurus

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Klenteng Kwan Sing Bio Tuban berubah menjadi panggung kegembiraan meski di bawah sengatan terik sinar matahari, Minggu (25/8/2024).  Setiap bulan ketujuh Imlek digelar tradisi Rebutan Buceng dengan semangat yang tak lekang oleh waktu.

Puluhan warga setia berlarian berdesak-desakan dan tertawa dalam ritual yang lebih dari sekadar memperebutkan paket makanan. Ritual ini adalah cara mereka menghormati dan merawat arwah-arwah yang terlupakan oleh keluarganya.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Ritual ini dikenal dengan sebutan “Rebutan Buceng” sebuah perayaan unik yang bertujuan untuk menghormati dan merawat arwah-arwah yang terlupakan atau tidak terawat oleh keluarga.

kwan sing bao 1

Pemuka agama ritual Rebutan Buceng, Gunawan Putra Wirawan mengatakan, tujuan utama dari ritual ini adalah memberikan tempat layak bagi arwah-arwah tersebut melalui sedekah bumi yang penuh makna.

“Rebutan buceng ini rutin kita gelar setiap bulan ketujuh Imlek. Ritual ini ditujukan untuk arwah yang tidak terurus,” ujar Gunawan di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Minggu (25/8/2024).

Tahun ini, sebanyak 950 buceng disiapkan, terdiri dari 800 buceng yang diperebutkan oleh warga sekitar klenteng dan sisanya dibagikan kepada umat klenteng.

Buceng dalam tradisi ini merupakan paket makanan yang terdiri dari nasi kerucut, tahu, tempe, beras, serta aneka jajanan lain seperti biskuit dan camilan. Setiap buceng memiliki makna simbolis sebagai wujud kasih sayang kepada arwah yang telah meninggal dunia.

kwan sing bao 2

Kegiatan ini memunculkan semangat kebersamaan dan kegembiraan di kalangan warga. Susi, (27) warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban mengungkapkan kegembiraannya setelah ikut serta dalam ritual tersebut.

“Ini kali pertama saya ikut tradisi ini, dan rasanya sangat seru. Nanti buceng yang didapat akan disantap bersama keluarga di rumah sebagai bentuk syukur,” katanya dengan penuh antusiasme.

Cerita serupa juga disampaikan oleh Sarimah, seorang wanita berusia 69 tahun dari Kelurahan Baturertno, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Meski hanya mendapatkan beberapa buceng, Sarimah merasa puas dan berencana untuk menikmati makanan tersebut di rumah bersama keluarganya.

kwan sing bao 3

“Meskipun hanya mendapatkan beberapa buceng, saya merasa sangat bersyukur. Ini adalah pengalaman yang sangat berarti,” ujarnya.

Ritual ini bukan hanya sebuah acara merebut makanan, tetapi lebih dari itu, ia merupakan upaya kolektif untuk mengingat dan merawat arwah yang mungkin terlupakan. Dengan semangat yang kental akan nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan, tradisi ini terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya yang kaya di Tuban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Mochamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kabupaten TubanKlenteng Kwan Sing Bio TubanTuban
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
Yudo Anggoro

Potensi Kepemimpinan Kolektif Berkelanjutan di Tengah Tantangan dan Perkembangan Digitalisasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID