MOJOKERTO, Tugujatim.id – Perbaikan gedung atau rehabilitasi sekolah rusak di Mojokerto berpotensi terhambat efisiensi anggaran. Merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 Tahun 2025, Rencana Kerja tahun 2025 tentang rehabilitasi ruang-ruang sekolah yang rusak tidak juga dapat dilaksanakan meski masuk pada ploting Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD).
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Indi Ilmiyah menjelaskan, realisasi rehabilitasi gedung-gedung yang dimaksud masih tertunda.
“Masih belum ada informasi valid, terdampak atau tidak. Sebab masih ditunda, belum tahu hingga kapan nantinya,” tegas Indi Ilmiyah, Rabu (19/02/2025).
Sejumlah Kegiatan Tertunda
Bila tidak ada efisiensi, semestinya realisasi rehabilitasi gedung-gedung sekolah rusak terlaksana sejak awal tahun 2025. Seperti pernah terjadi pada tahun lalu sebelum Inpres tentang efisiensi anggaran turun. Rencana Kerja yang disusun untuk tahun 2025 sendiri tidak mengalami perubahan, sama persis dengan tahun sebelumnya sebelum Inpres soal efisiensi terbit. Namun, terbitnya Inpres efisiensi membuat sejumlah kegiatan terganjal dan tertunda.
“Belum ada perubahan untuk Rencana Kerja 2025, tapi belum turun instruksi atau perintah apakah ada pemangkasan atau ditunda, atau belum dilaksanakan, belum ada kepastian,” sambung Indi.
Meski begitu, masih terdapat peluang realisasi rehabilitasi sekolah yang bisa dilaksanakan dari beberapa kegiatan yang harus ditunda. Hal tersebut berdasarkan tingkat kebutuhan atau kerusakan masing-masing sekolah. Dengan demikian, dari jumlah 48 sekolah rusak bisa jadi nantinya bertambah.
BACA JUGA: Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Makan Bergizi Gratis
“Beberapa kegiatan masih boleh dilaksanakan, tapi ada juga yang belum turun instruksi untuk dilaksanakan, itu masih menunggu,” tutur Indi.
Sebelumnya, beberapa gedung sekolah yang mengalami kerusakan banyak dijumpai di Kabupaten Mojokerto. Seperti terlihat pada empat ruang kelas SDN Gunungan yang ambruk. Tentu, ambruknya atap tersebut membutuhkan penanganan serius agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu berlarut-larut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








