Reklame Rokok di Monumen Pesawat MIG-17 Fresco Soehat Malang Dibongkar - Tugujatim.id

Reklame Rokok di Monumen Pesawat MIG-17 Fresco Soehat Malang Dibongkar

  • Bagikan
Reklame rokok yang mengelilingi Monumen Pesawat MIG-17 Fresco di Soehat Kota Malang dibongkar pada Selasa (27/4/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Reklame rokok yang mengelilingi Monumen Pesawat MIG-17 Fresco di Soehat Kota Malang dibongkar pada Selasa (27/4/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Setelah menuai hujatan warganet dan ada desakan keras dari DPRD Kota Malang, reklame iklan rokok di Monumen Pesawat MIG-17 Fresco di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) Kota Malang dibongkar. Embel-embel reklame yang mengelilingi monumen itu dibongkar pekerja pada Selasa (27/04/2021).

Seperti diketahui, reklame yang sudah terbangun 100 persen ini ternyata tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, ultimatum pembongkaran sudah diberikan sejak Kamis (8/04/2021).

Terhitung hingga hari ini, pihaknya melalui Satpol PP Kota Malang telah memberi surat peringatan kali ketiga dan memberi tenggat waktu untuk menghadirkan kejelasan IMB. Jika tidak, maka pihaknya sendiri yang akan membongkar. Namun, hari ini pihak pemilik reklame telah berinisiatif membongkarnya sendiri.

“Sudah saya wanti-wanti ngurus IMB sejak lama, tapi sampai sekarang belum ada. Ya kalau tidak ada, ya akan kami bongkar sendiri. Tapi, sudah saya confirm akan dibongkar sendiri, memang gak bisa asal bongkar karena sistem panel yang rumit,” kata dia.

Reklame rokok yang mengelilingi Monumen Pesawat MIG-17 Fresco di Soehat Kota Malang sebelum dibongkar. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Reklame rokok yang mengelilingi Monumen Pesawat MIG-17 Fresco di Soehat Kota Malang sebelum dibongkar. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Soni, sapaan akrabnya, mengatakan, pembongkaran ini sesuai perda yang ada, yakni No 4/2006 dan revisi menjadi Perda RDTRK (Rencana Detail Tata Ruang Kota) No 5 Tahun 2015 yang menetapkan monumen itu masuk RTH dua.

Artinya, boleh dipasang reklame dengan syarat maksimum 15 persen dari luasan monumen. Namun pada faktanya, luasan reklame yang terpasang terbilang lebih dari 15 persen, bahkan mencapai 90 persen.

“Jadi, aturannya diperketat. Di situ masuk klasifikasi RTH dua, yang boleh dimanfaatkan hanya 15 persen saja,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengapresiasi langkah tegas Pemkot Malang dalam menegakkan aturan reklame yang sejak awal tidak beres ini.

“Kami apresiasi tinggi Pemkot Malang dalam hal ini Pj Sekda berani tegas dalam menegakkan aturan ini,” kata dia.

Dari hal ini, harapannya kasus serupa tidak terulang. Sebelumnya, kasus serupa sudah pernah terjadi. Yakni, sebuah reklame perusahaan rokok yang sama, terpampang di atas Toko Avia, Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Menurut Made, ketidakcermatan penanggung jawab izin reklame itu sangat disayangkan. Karena itu, dia berharap ke depannya Pemkot Malang harus lebih tegas dalam menegakkan regulasi reklame.

“Aturannya sudah jelas dan diatur. Nanti, soal Perda Reklame akan lebih kami pertajam. Sekarang sudah digodok di pansus. Saya terima kasih juga buat teman-teman pansus karena sudah lantang menyuarakan hal ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, Monumen Pesawat MIG-17 Fresco ini diresmikan pada 20 Agustus 1999 oleh mantan Komandan Lanud Abd Saleh Marsdya (Pur) Alimunsiri Rappe bersama Wali Kota Malang saat itu Suyitno.

Monumen ini menjadi simbol keperkasaan dan kekuatan AURI di Malang yang memiliki pangkalan udara di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang.

  • Bagikan