• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi rekomendasi buku dan karya sastra untuk meningkatkan pengetahuan dan minat baca anak. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi rekomendasi buku dan karya sastra untuk meningkatkan pengetahuan dan minat baca anak. (Foto: Pixabay)

Rekomendasi Karya Sastra untuk Tingkatkan Pengetahuan dan Minat Baca Anak

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan, Sastra & Budaya, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Karya sastra perlu diperkenalkan sedini mungkin pada seorang anak. Sebab karya sastra yang memang khusus ditulis untuk anak anak akan terus melekat hingga dewasa. Pengalaman mengolah imajinasi yang baik akan berdampak positif pula pada perkembangan anak.

Saat masih anak-anak, tentu ingatan begitu kuat. Pesan yang tersampaikan di dalam karya sastra, pengetahuan baru, dan pengalaman menjajaki dunia imajinasi akan menjadi modal penting seiring pertumbuhan.

You might also like

Makanan Sehat Murah

7 Makanan Sehat Murah yang Mudah Ditemukan di Pasar Tradisional

01/07/2026 5:00 PM
LPPM UM.

LPPM UM Kampanyekan Makanan Lokal Dorong Ketahanan Pangan, Kebun Rumah Bisa Jadi Solusi Cegah Stunting

01/07/2026 12:13 PM

Perhatian pada minat baca anak-anak di Indonesia perlu kiranya menjadi perhatian. Anak anak cenderung berimajinasi yang sangat liar, sehingga ketika ditanamkan imaji baik sejak dini maka akan terus terbawa.

Minat baca yang baik pada anak anak Indonesia, membawa langkah lebih dekat guna menjadi bangsa yang mandiri dan berdikari. Berikut, beberapa rekomendasi bacaan karya sastra untuk anak.

1. Resep Membuat Jagat Raya karya Abinaya Gina Jameela

Puisi tentang pembuatan alam semesta itu membuat buku Naya dianugerahi 10 besar karya terbaik dari Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 Kategori Terbitan Perdana dan Kedua. Keberhasilan Naya masuk dalam ajang penghargaan kesusastraan Indonesia itu, membuatnya dijuluki ‘anak ajaib’.

Dari buku, anak-anak bisa belajar, jika ingin pandai menulis, banyak-banyak melahap buku. Jangan lupa, kelilingi diri dengan orang-orang yang siap sedia menebarkan racun rekomendasi buku-buku bagus.

Resep Membuat Jagat Raya adalah kumpulan puisi yang ditulis oleh seorang penulis dengan usia masih anak anak yaitu Abinaya Gina Jameela. Kumpulan puisi yang ditulisi Abinaya berasal dari kacamata anak-anak. Saat orang dewasa membaca, akan menemui pengalaman unik.

2. Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari

Okky menulis menulis novel anak karena ia percaya kekuatan cerita dapat membentuk karakter anak sejak dini. Karya sastra “Mata di Tanah Melus” cocok menjadi bacaan anak guna mengisi asupan pengetahuan anak. Cerita ini tentang seorang gadis berusia dua belas tahun yang melakukan perjalanan ke salah satu wilayah terluar Indonesia. Banyak petualangan menakjubkan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Dunia asing dan serba ganjil itu harus dihadapi oleh Matara.

Bersamaan dengan buku Mata di Tanah Melus, Okky Madasari juga menerbitkan buku anak-anak lain berjudul Mata dan Rahasia Pulau Gapi.

Buku ini mengisahkan tentang Matara, yang gagal masuk ke sekolah impian, lalu ia pindah ke Pulau Gapi di wilayah timur laut kepulauan Indonesia bersama orangtuanya. Kepindahannya ini tidak hanya membawa Matara ke tempat-tempat baru namun juga, membawanya menyusuri waktu dan menjelajahi masa lalu.

Buku karya Okky Madasari yang terbaru ini memang mendeskripsikan buku anak-anak, jadi di buku ini Okky tidak mengangkat isu sosial yang perlu diperdebatkan seperti buku-buku sebelumnya.

3. Na Willa dan Aku, Meps, dan Beps Karya Reda Gaudiamo

Buku atau karya sastra ini diceritakan dalam sudut pandang anak, aku. Objek ceritanya tidak jauh dari dunia anak, orang tua. Meps alias Mama, dan Beps si Papa. Dan para tokoh lainnya yang sangat menggambarkan kuatnya imajinasi seorang anak. Humor yang khas serta bahasa yang lugas sangat mencirikan novel ini. Cocok untuk dijadikan bacaan anak bersama orang tuanya.

Buku Aku, Meps, dan Beps adalah karangan dari pasangan ibu dan anak, karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo. Buku ini menceritakan tentang perayaan kesederhanaan. Cerita ini berkisah tentang seorang anak kecil yang melihat hal apapun dari sudut pandangnya yang penuh imajinasi.

Selain buku ini, Reda Gaudiamo juga menulis buku Na Willa. Berkisah tentang si kecil Na Willa yang tinggal di sebuah gang di Surabaya, di rumah dengan pohon cemara di depannya. Ia menghabiskan hari dengan berlari mengejar kereta bersama Dul, teman Na Willa, pergi ke pasar bersama Mak, melewati bapak penjual anak ayam kuning, atau memikirkan bagaimana orang-orang bisa nyanyi dari dalam radio. (Dani Alifian/gg)

Tags: anakbukurekomendasi buku
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Makanan Sehat Murah

7 Makanan Sehat Murah yang Mudah Ditemukan di Pasar Tradisional

by Mochamad Abdurrochim
01/07/2026 5:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Menjalani gaya hidup sehat tidak selalu membutuhkan biaya besar. Anggapan, makanan bergizi identik dengan harga mahal sebenarnya...

LPPM UM.

LPPM UM Kampanyekan Makanan Lokal Dorong Ketahanan Pangan, Kebun Rumah Bisa Jadi Solusi Cegah Stunting

by Dwi Linda
01/07/2026 12:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Studi Gender dan Kependudukan (PGK) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Teknik pijat bayi.

Siswa SMKN 2 Malang Dibekali Teknik Pijat Bayi, FK UM Tingkatkan Nilai Profesional Lulusan

by Dwi Linda
30/06/2026 9:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) terus memperkuat kompetensi calon tenaga kesehatan melalui...

Kader Care.

UM Perkuat Kompetensi Kader Posyandu lewat Program Kader Care, Fokus Tingkatkan Perawatan Bayi Baru Lahir

by Dwi Linda
29/06/2026 8:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Program Studi Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan...

Next Post
Launching nama Stikesnu menjadi IIKNU dengan menekan smartphone oleh Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein, Rektor IIKNU Dr Miftahul Munir, dan Ketua Bidang Kesehatan PBNU dr Syahrizal Syarif. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Hari Ini, Stikesnu Resmi Berganti Nama Jadi IIKNU Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID