JEMBER, Tugujatim.id — Keluarga besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berduka setelah Rektor Prof Dr H. Hepni SAg MM CPEM atau yang akrab disapa Prof Hepni meninggal dunia pada Jumat dini hari (19/06/2026). Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni pun meninggal di usia 57 tahun.
Hepni mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 00.30 WIB. Kepergian sosok akademisi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi sivitas akademika, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat yang mengenalnya.
Selama menjabat sebagai rektor UIN KHAS Jember, Hepni dikenal sebagai pemimpin yang mendorong penguatan mutu akademik, tata kelola kampus, serta pengembangan peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satu dosen UIN KHAS Jember Qonita Fitra Yuni menyebut Hepni bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga figur yang memberi keteladanan.
Baca Juga: Rektor Cup UIN KHAS Jember Resmi Dibuka, Ini Tiga Kategori Kompetisinya!
“Kami kehilangan seorang ayah, guru, sekaligus pemimpin yang selalu mengajarkan keteladanan dalam pengabdian. Beliau tidak hanya membangun kampus, tetapi juga membangun semangat bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Mahasiswa juga mengenang Hepni sebagai sosok yang dekat dengan generasi muda. Sikap terbuka dan kepeduliannya terhadap perkembangan mahasiswa menjadi salah satu hal yang banyak dikenang.
“Beliau selalu memberikan semangat kepada mahasiswa agar berani bermimpi dan terus berprestasi. Kami merasa kehilangan figur yang peduli terhadap kemajuan mahasiswa,” kata Rifki, salah seorang mahasiswa UIN KHAS Jember.
Rumah duka almarhum berada di Gang Masjid Baitul Muttaqin, Curah Kendal, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.
Jejak Perjalanan Karir dan Pengabdian Prof Hepni
Prof Dr H. Hepni SAg MM CPEM merupakan sosok akademisi yang dipercaya memimpin Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember sebagai rektor.
Lahir pada 3 Februari 1969, Hepni dikenal sebagai figur yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan Islam, manajemen lembaga pendidikan, pendidikan multikultural, hingga tata kelola pesantren.
Perjalanan hidupnya menuju puncak karier akademik tidak diraih dengan mudah. Dia berasal dari keluarga sederhana di Sumenep, Madura, yang harus menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi sejak masa muda.
Ayahnya yang berprofesi sebagai guru agama di Madrasah Ibtidaiyah meninggal dunia saat dirinya masih berada di semester awal perkuliahan.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk melanjutkan pendidikan. Saat kuliah di Jember, dia sempat bekerja sebagai loper koran pada pagi hari serta mengajar mengaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempertahankan studinya.
Baca Juga: Mahasiswa UIN KHAS Jember Bagikan Tips Sukses Jadi Hafiz dan Sarjana
Kebiasaan membaca dan menulis kemudian membentuk karakter intelektualnya hingga sejumlah karya tulisnya dimuat di media massa.
Karir akademik Hepni dimulai pada 1995 ketika menjadi dosen luar biasa. Dua tahun berselang, dia resmi menjadi dosen tetap di Fakultas Tarbiyah, kampus yang kala itu masih bernama STAIN Jember.
Seiring perubahan menjadi IAIN Jember hingga berkembang menjadi UIN KHAS Jember, dia dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis, mulai kepala laboratorium, kepala pusat informasi, wakil dekan, hingga Wakil Rektor II.
Pada Oktober 2023, Prof Hepni resmi menjabat sebagai rektor UIN KHAS Jember. Namun, masa kepemimpinannya berakhir setelah dia wafat pada Jumat (19/06/2026), pukul 00.30 WIB, di usia 57 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati







