• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sosialisasi penambahan safe house baru di bekas Hotel Radho Suites di kawasan Kelurahan Bareng, Kota Malang, Jumat (23/07/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Sosialisasi penambahan safe house baru di bekas Hotel Radho Suites di kawasan Kelurahan Bareng, Kota Malang, Jumat (23/07/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Rencana Pemkot Malang Jadikan Hotel Radho Jadi Safe House Ditolak 93 Persen Warga Bareng

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pemkot Malang berencana menambah safe house baru di gedung bekas Hotel Syariah Radho Suites yang berada di kawasan permukiman warga Kelurahan Bareng, Klojen, Kota Malang. Namun, rencana ini menuai penolakan warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun saat proses sosialisasi rencana ini di Balai RW 4, Jumat (23/07/2021), sebanyak 93 persen warga menolaknya. Mereka menolak dengan alasan psikis karena tempat isolasi ini ada di tengah permukiman warga.

You might also like

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

17/06/2026 7:36 PM
Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM

Dalam sosialisasi itu, dihadiri Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif, Wakil Ketua III DPRD Kota Malang Rimzah, dan sejumlah elemen masyarakat setempat. Namun, rupanya semua perwakilan warga yang hadir menolak rencana itu.

Ketua RW 04 Kelurahan Bareng Kulon Rizki Firdaus membenarkan, mayoritas 93 persen warganya menolak kehadiran safe house ini di tengah kampung mereka.

”Itu hasil survei atau mapping yang sudah kami lakukan. Ada 93 persen warga menolak,” tegasnya.

Wakil Ketua III DPRD Kota Malang Rimzah. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Wakil Ketua III DPRD Kota Malang Rimzah. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Selanjutnya, pihaknya berharap Pemkot Malang mendengar aspirasi ini agar tidak terjadi gejolak penolakan yang lebih keras ke depannya. Terlebih, tidak ada sosialisasi yang kompleks kepada warga.

”Iya sosialisasinya kurang, jadi begitu ada kelihatan di hotel ada pembangunan, warga langsung resah. Kami tunggu dulu tindak lanjut dari pemkot, jangan sampai ini jadi paksaan terhadap warga,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua III DPRD Kota Malang Rimzah bahwa dirinya menyayangkan atas tahapan sosialisasi dan edukasi dari Pemkot Malang yang tidak maksimal.

”Kalau memang maksimal, jelas tidak mungkin ada gejolak penolakan kayak gini. Jadi, saya harap Pemkot Malang dalam melakukan sosialisasi yang baiklah,” imbaunya.

Terlepas dari itu, Rimzah sendiri sebenarnya sudah mewanti dalam program percepatan penyelesaian masalah darurat kesehatan ini sebisa mungkin menghindari konflik dengan warga.

”Jika memang ada pilihan yang lain, kenapa tidak? Kami juga sudah pernah bilang, kalau perlu manfaatkan saja gedung dewan jadi safe house daripada bingung cari tempat, akhirnya konflik dengan warga,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Jika Pemkot Malang masih berkutat seperti ini, dia melanjutkan, dikhawatirkan permasalahan lain terus bermunculan. Terbaru, kematian pasien isoman di rumah akhir-akhir ini mulai riskan terjadi.

”Jangan sampai gara-gara permasalahan kayak gini, kasus isoman meninggal di rumah semakin bertambah. Kami ini sudah masuk darurat kesehatan, jadi semua harus dipertimbangkan. Baik pemkot maupun masyarakat,” ujarnya.

Tags: Kota MalangPemkot MalangPenolakan safe houseSafe house Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Next Post
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban Amenan dan sejumlah anggota Paguyuban Inseminator "Intan Berseri" dan paravetindo menyerahkan bantuan kepada tukang becak di Jalan Teuku Umar, Tuban, Jumat (23/07/2021). (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Paguyuban Inseminator Intan Berseri dan Paravetindo Tuban Bagikan 150 Paket Sembako pada PKL-Tukang Becak

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID