SURABAYA, Tugujatim.id – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial AYE, 30, atau akrab disapa Y, warga Tragah, Bangkalan, Madura, berakhir tragis di tangan pihak kepolisian saat beraksi di Surabaya. Akibatnya, residivis curanmor ini pun tewas usai ditembak karena melawan polisi.
Sebelum residivis curanmor ini tewas, dia berusaha kabur dan melawan polisi sehingga pihak Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur terpaksa menghadiahi Y timah panas. Warga Bangkalan itu meninggal dunia pada Jumat dini hari (07/03/2025).
Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Pelaku Curanmor, Satu Orang Ditembak Mati
Kasubdit Jatanras Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, tindakan tegas ini dilakukan karena pelaku melawan dengan senjata tajam.
“Pelaku menyerang anggota dengan celurit saat akan ditangkap. Kami melakukan tindakan tegas terukur, peluru mengenai dada dan lehernya,” ujar Jumhur pada awak media saat pers rilis pada Jumat (07/03/2025).
Y diketahui merupakan otak dari komplotan curanmor yang sering beraksi di berbagai daerah, termasuk Surabaya, Gresik, dan Jombang. Bahkan, dalam seminggu, dia bisa mencuri hingga empat kendaraan. Dia kemudian menjualnya ke Bangkalan.
Polisi juga mengungkap bahwa Y adalah seorang residivis curanmor yang sudah tiga kali keluar-masuk penjara dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Agustus 2024.
Polisi Buru Pelaku Lain yang Kabur
Diketahui, aksi terakhirnya terjadi di kawasan perumahan daerah Merr, Surabaya. Saat itu, Y dan seorang rekannya tengah mencari target ketika polisi yang telah mengintai langsung melakukan pengejaran.
“Kami dapat informasi mereka berkeliling mencari sasaran, lalu kami tangkap. Namun, pelaku melawan sehingga kami terpaksa menembak,” tutur Jumhur.
Selain itu, dia mengatakan, rekan Y berhasil melarikan diri. Tapi, polisi memastikan pengejaran masih berlangsung.
“Temannya kabur, tetapi kami sudah mengantongi identitasnya. Insyaa Allah segera tertangkap,” tegas Jumhur.
Hingga saat ini, polisi terus mengembangkan kasus ini dan memburu delapan anggota lain dari komplotan tersebut.
“Kami sudah memiliki data dan identitas mereka. Tim masih bergerak di lapangan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








