JEMBER, Tugujatim.id –Bandara Notohadinegoro Jember mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir, dengan penutupan layanan penerbangan komersial setelah maskapai yang beroperasi memutuskan menghentikan pelayanan karena penurunan jumlah penumpang.
Menghadapi tantangan ini, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menginisiasi langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas di Bandara Notohadinegoro Jember.
Inisiatif revitalisasi Bandara Notohadinegoro Jember sebenarnya telah dimulai sejak sebelum Gus Fawait menjabat sebagai bupati, melalui diskusi dengan Angkasapura dan PTPN yang menghasilkan beberapa kesepakatan strategis yang menguntungkan semua pihak.
Saat ini, proses reaktivasi layanan penerbangan komersial sedang dipercepat. “Kami sedang mengakselerasi proses pengaktifan bandara, termasuk koordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” kata Gus Fawait dalam wawancara pada Jumat, 18 April 2025.
BACA JUGA: Bupati dan Wabup Jember Tunjukkan Keharmonisan di Sidang Paripurna
Ia optimis reaktivasi penerbangan komersial dapat direalisasikan dalam waktu dekat dengan harapan paling cepat di tahun 2025 atau di tahun selanjutnya.
“Kami berharap layanan penerbangan bisa beroperasi kembali tahun ini atau paling lambat tahun 2026,” tambahnya.
Berbeda dengan rute sebelumnya, pemerintah daerah berencana mengubah tujuan penerbangan dari Jember-Surabaya menjadi Jember-Jakarta atau Jember-Bali dengan layanan pulang-pergi.
BACA JUGA: Mlijo Cinta Antarkan Ning Ghyta Raih Anugerah Puspa Bangsa Tingkat Nasional
Perubahan rute ini diharapkan dapat meningkatkan minat penumpang dan memastikan keberlanjutan operasional. Menurut Gus Fawait, PT Angkasapura telah melakukan komunikasi intensif dengan PT Perkebunan Nusantara I untuk membahas aspek teknis dan aset.
“Mereka telah melakukan komunikasi terkait aset dan mencapai solusi business-to-business,” jelasnya.
Sebelumnya, di era kepemimpinan Hendy Siswanto, Bandara Notohadinegoro sempat melayani penerbangan komersial dengan maskapai Garuda dan Wings Air. Namun operasional tidak berjalan optimal, yang menyebabkan kedua maskapai tersebut menghentikan layanan rute ke Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








