JEMBER, Tugujatim.id – Kondisi darurat krisis air bersih terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menyusul banjir bandang yang melanda pada Juni silam.
Peristiwa alam ini dipicu oleh luapan Sungai Gileh yang mengalir di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, serta meningkatnya debit Sungai Mayang di area Dusun Biskit, Desa Sumberjati.
Konsekuensi dari bencana ini sangat luas, mencakup kerusakan infrastruktur vital seperti ambruknya jembatan swadaya sepanjang 30 meter, hancurnya objek wisata biskit, dan yang paling krusial adalah terputusnya sistem distribusi air bersih untuk ribuan warga.
Data dari BPBD Jember menunjukkan bahwa Desa Sumberjati menerima dampak paling parah. Jaringan perpipaan air bersih sepanjang kurang lebih 1.500 meter tersapu banjir, mengakibatkan 2.955 jiwa di Dusun Karangkebon dan 2.910 jiwa di Dusun Krajan menghadapi kesulitan akses air bersih.
Sementara itu, di Dusun Plalangan, Desa Sempolan, sebanyak 630 penduduk juga mengalami permasalahan serupa krisis air bersih. Kerusakan lainnya meliputi rusak parahnya musala, fasilitas sanitasi area wisata, dan terendamnya lahan pertanian.
Rincian Penyaluran Air Bersih
Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo melaporkan bahwa proses pemulihan telah dimulai di sebagian besar zona terdampak. Masyarakat lokal telah berinisiatif membangun jembatan sementara dan membersihkan area yang rusak secara bergotong-royong.
“Kami berupaya menyediakan air bersih terus berlanjut melalui koordinasi berbagai pihak,” ujar Purnomo saat dikonfirmasi pada Kamis (10/07/2025).
Setidaknya, BPBD Jember telah menyalurkan 91.000 liter air, diikuti oleh Cipta Karya dan PDAM masing-masing 50.000 liter, relawan Pandu Siaga 23.600 liter, dan PMI 6.600 liter. Selain itu, PMI Jember telah mengoperasikan sebanyak enam unit tangki air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat terdampak.
Selain distribusi air, berbagai program pemulihan sedang dijalankan, termasuk normalisasi Dam Kemisan, penyediaan air harian, dan pembersihan tangki permanen. Pemerintah merekomendasikan agar program penyediaan air darurat diperpanjang hingga sistem reguler kembali berfungsi optimal.
BPBD Kabupaten Jember melakukan pengawasan rutin dan penyaluran bantuan logistik di Desa Sumberjati dan Desa Sempolan. Di Desa Sumberjati, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa telah menghasilkan program gotong royong untuk memperbaiki perpipaan yang rusak di aliran Sungai Mayang, area Biskit, Dusun Sepuran.
Kerusakan perpipaan ini secara langsung memengaruhi pasokan air bersih untuk warga Dusun Krajan dan Karangkebon. Perbaikan infrastruktur juga dilaksanakan di lokasi petak 31. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan gotong royong masyarakat, BPBD Kabupaten Jember telah menyalurkan bantuan logistik berupa 5 dus biskuit.
Rekomendasi hasil monitoring mencakup, melanjutkan pengawasan pasca instalasi pipa di Desa Sumberjati, mempertahankan pengiriman air bersih ke Desa Sempolan, dan merevisi jadwal distribusi air dengan melibatkan PMI sebagai mitra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








