• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rinda Puspasari

Rinda Puspasari luncurkan 2 buku tentang memoar dan ikan koi yang menampilkan cara pandang memaknai hidup (M Sholeh)

Rinda Puspasari Ajak Selami Hidup dari Sudut Pandang Lebih Utuh Lewat 2 Buku Memoar dan Ikan Koi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Advertorial, Featured, Hiburan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang, Tugujatim.id – Rinda Puspasari mengajak menyelami hidup dari sudut pandang lebih utuh lewat dua buku karyanya, Di Bawah Langit yang Bukan Milikku dan Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara.

Dua buku terbaru Rinda tersebut diluncurkan bersamaan di Cafe Mami Combi, Tlogomas, Kota Malang pada Sabtu (7/2/2026) malam.

You might also like

Film Barat Juni 2026

5 Film Barat Juni 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, dari Sci-Fi hingga Horor Menegangkan

04/06/2026 4:00 PM
DIY kain perca.

Jangan Dibuang! Ini 10 Ide DIY Kain Perca yang Cantik dan Bermanfaat

04/06/2026 1:17 PM

Menariknya, Rinda mencatatkan diri sebagai perempuan pertama di Indonesia yang meluncurkan dua buku dari dua genre berbeda dalam satu acara.

Buku Di Bawah Langit yang Bukan Milikku merupakan memoar reflektif, sementara Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara, buku yang mengulas sejarah dan filosofi ikan koi.

Rinda Puspasari
Peluncurkan 2 buku Rinda Puspasari tentang memoar dan ikan koi (M Sholeh)

Buku Di Bawah Langit yang Bukan Milikku lahir dari kegelisahan batin yang lama dipendam. Rinda menyebut karyanya sebagai memoar atau catatan peristiwa masa lalu yang ditulis untuk tidak menyalahkan siapa pun, melainkan untuk memahami hidup dari sudut pandang yang lebih utuh.

“Setiap peristiwa itu tidak berdiri sendiri. Selalu ada sejarah dan alasan di baliknya. Kenapa ibu saya seperti itu, kenapa saya menjadi seperti ini, semua ada faktor yang menyertai,” kata Rinda.

Kejujuran menjadi napas utama buku ini. Namun, kejujuran itu tidak datang tanpa beban. Rinda mengakui, menjaga emosi saat menulis menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika cerita menyentuh lingkup keluarga dan pengalaman personal yang sensitif.

“Menulisnya berat, karena saya harus jujur. Pasti ada pihak yang tidak nyaman membaca. Tapi tujuan saya bukan menyalahkan, melainkan memahami faktornya,” ungkapnya.

Meski sarat emosi, Rinda berusaha menyampaikan kisahnya tanpa amarah. Ia justru mengajak pembaca untuk tidak reaktif dalam menghadapi kegagalan atau peristiwa pahit. Menurutnya, manusia kerap terjebak menilai satu kejadian tanpa melihat rangkaian sebab dan faktor dibaliknya.

Rinda Puspasari
Rinda Puspasari dalam peluncurkan 2 bukunya tentang memoar dan ikan koi (M Sholeh)

“Kalau kita gagal, jangan hanya berhenti di peristiwanya. Ada sejarah di balik itu. Ada banyak faktor. Itu yang ingin saya sampaikan,” kata dia.

“Menjadi dewasa itu bukan soal usia, tapi soal bagaimana kita menyikapi masalah. Tidak reaktif, tidak cepat menyimpulkan dan berani menentukan sikap terbaik untuk diri sendiri,” imbuhnya

Pendekatan reflektif tersebut rupanya mendapat sambutan hangat. Rinda menyebut bahwa buku memoarnya dinobatkan sebagai best seller Januari oleh Stiletto Publisher. Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu memikirkan angka penjualan.

“Saya bahkan tidak tahu sudah terjual berapa. Bagi saya, yang penting buku ini sampai ke orang yang membutuhkan,” ucapnya.

Selain memoar, Rinda juga meluncurkan buku Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara. Buku ini membahas perjalanan ikan koi dari simbol kekaisaran hingga berkembang di Indonesia yang sarat nilai filosofi.

Berangkat dari latar belakang akademiknya dan riset tentang penyakit koi, Rinda justru mengaku awalnya merasa asing dengan ikan yang selama ini dianggap indah dan bernilai tinggi itu.

“Setelah lulus, saya malah bertanya, kenapa saya tidak benar benar paham tentang koi. Dari situ saya mulai menulis buku ini,” tutur alumni Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya itu

Berbeda dari buku akademik, Koi ditulis dengan pendekatan naratif dan reflektif. Rinda menegaskan, buku ini tidak ditujukan khusus untuk kalangan perikanan, melainkan untuk pembaca umum.

“Saya ingin menunjukkan koinya yang berbicara. Koinya yang bercerita, kenapa dia berwarna seperti ini, kenapa dia lemah, kenapa dia ada di Indonesia,” jelasnya.

Dalam buku tersebut, Rinda menelusuri perjalanan koi dari leluhurnya di wilayah Eurasia, proses mutasi di Cina, hingga penamaannya di Jepang yang menjadikannya simbol kekuatan, keberanian, dan ketekunan. Namun, di balik keindahannya, koi juga menyimpan paradoks.

“Koi menjadi indah karena mutasi yang dipilih berdasarkan estetika, bukan ketahanan. Karena dipaksa indah, dia justru menjadi lebih rapuh,” kata Rinda.

Ia menggambarkan koi bukan sekadar ikan, melainkan arsip biologis yang menyimpan sejarah panjang tentang seleksi, kesunyian dan kebangkitan. Warna koi diurai sebagai ingatan, kolam sebagai ruang jiwa dan geraknya sebagai metafora waktu yang mengalir perlahan.

Melalui buku ini, Rinda ingin mengajak pembaca untuk terus bertanya dan berpikir, tidak berhenti pada satu kesimpulan tunggal.

“Manusia itu harus terus bertanya, kenapa bisa begini. Jangan berhenti di satu titik. Dari situ kita belajar memahami hidup,” ujarnya.

Lebih jauh, Rinda berharap kedua bukunya dapat menjadi ruang refleksi, terutama bagi perempuan, untuk berani memahami diri sendiri tanpa takut pada masa lalu.

“Kalau koi saja bisa berenang tenang di antara cahaya dan keheningan, manusia pun seharusnya bisa berdamai dengan hidupnya,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: M Sholeh

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: bukuPeluncuran buku
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Film Barat Juni 2026

5 Film Barat Juni 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, dari Sci-Fi hingga Horor Menegangkan

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 4:00 PM
0

Tugujatim.id – Bulan Juni menjadi momen yang menarik bagi para pencinta film karena sejumlah film barat Juni 2026 siap meramaikan...

DIY kain perca.

Jangan Dibuang! Ini 10 Ide DIY Kain Perca yang Cantik dan Bermanfaat

by Dwi Linda
04/06/2026 1:17 PM
0

Tugujatim.id - Kamu punya kain perca yang bingung mau diapakan? Yuk simak, Tugu Jatim bakal kasih kamu rekomendasi DIY kain...

Colony.

Colony Tayang Awal Juni 2026, Film Zombie Korea Terbaru Ini Tembus 4 Juta Penonton dalam Dua Pekan

by Dwi Linda
04/06/2026 10:01 AM
0

Tugujatim.id – Colony tayang di Indonesia akhirnya menjadi kenyataan bagi para penggemar film Korea yang sudah lama menantikan penayangannya di...

Surabaya

Daftar Event Surabaya 2026 Lengkap dengan Festival selama Juni, Simak Jadwalnya!

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Bulan Juni sudah mulai, seperti biasanya Surabaya tak pernah kehabisan acara untuk warganya menikmati waktu luang. Berbagai...

Next Post
tol Surabaya-Mojokerto

Minibus Ban Pecah Oleng di Tol Surabaya-Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID