SURABAYA, Tugujatim.id – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini dan Gus Hans menunjuk cicit ulama Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai ketua Tim Pemenangan.
Ketua Tim Pemenangan Risma dan Gus Hans di Pilgub Jatim adalah KH Imam Bokhori atau Ra Imam. Diketahui, Ra Imam juga merupakan Rois PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).
“Ketua Tim Pemenangan Ra Imam dari keluarga Syaikhona Kholil menjadi panglima dalam pemenangan kita,” kata Gus Hans.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang tersebut mengatakan alasan memilih Ra Imam sebagai ketua Tim Pemenangan adalah sama-sama keturunan keluarga Madura. Juga, Ra Imam merupakan keturunan langsung dari Syaikhona Kholil.
Baca Juga: Update Jadwal Tayang Film Terbaru di Cinepolis Lippo Jember: Segera Amankan Tiketmu!
“Karena unik dari Bangkalan, Madura. Jadi mbah saya Madura nyambung-nyambungnya juga dari sisi keilmuannya juga nggak jauh-jauh dari Syaikhona Kholil,” ucap Gus Hans.
Untuk diketahui, Ra Imam sendiri sempat digadang-gadang oleh PKS untuk diusulkan menjadi calon bupati Bangkalan di Pilkada 2024. Namun, hal itu tidak terjadi.
Sementara itu, saat ditanya oleh Tugujatim.id perihal status Ra Imam di PKS, Risma mengaku tidak tahu. Sebab, penunjukkan ketua Tim Pemenangan bukan di tangannya.
Baca Juga: Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani Sementara Pimpin Kota Surabaya, Gantikan Eri Cahyadi Kampanye
“Aku enggak tahu ya. Aku tuh loh enggak tahu. Pokoknya bagi saya beliaunya mau ya udah. Itu ada tim yang godok ya,” kata Risma, Selasa (24/09/2024).
Mantan Wali Kota Surabaya tersebut menuturkan, dia tidak tahu menahu soal pembagian struktural tim pemenangan. Dia hanya fokus pada visi-misi dan program yang akan ditawarkan di Pilgub Jatim 2024.
“Sebetulnya saya konsentrasi terhadap masalah-masalah (masyarakat) ini. Saya terusnya enggak konsentrasi di tim pemenangan. Saya enggak itu. Bagi saya itu nanti itu yang akan menjadi beban itu ke saya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








