JAKARTA, Tugujatim.id — Indika Foundation bersama Ruber Innovation Lab menghadirkan Mini Bootcamp GerakDampak Academy #1MYouthsStopBullying yang diikuti oleh 78 siswa SMA/SMK/MA se-Jabodetabek. Program ini menjadi wadah bagi anak muda untuk mengasah kapasitas, membangun motivasi, dan mendapatkan kesempatan menjadi agen perubahan dalam mencegah bullying di lingkungan pendidikan.
Hasil survei Ruber Innovation Lab bersama Forum OSIS Jawa Barat tahun 2024, sebanyak 30,6 persen siswa SMP–SMA di Jawa Barat pernah mengalami perundungan. Angka ini tentunya terlalu besar untuk diabaikan, mengingat dampak bullying yang serius dan berbahaya. Sehingga dibutuhkan upaya nyata yang berkelanjutan untuk mencegah dan menekan praktik perundungan di lingkungan pendidikan.
Program ini dalam pelaksanaannya turut menghadirkan fasilitator yang berperan penting dalam perjalanan peserta. Fasilitator berperan sebagai mentor dan teman belajar sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga peserta dapat lebih leluasa menggali potensi diri sekaligus menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
Sebelum mendampingi peserta di Mini Bootcamp, 10 fasilitator mengikuti Training of Trainers (ToT) yang dilaksanakan secara offline di Ruber Innovation Lab, Jakarta Selatan, pada 7 September 2025. ToT ini merupakan bagian dari program GerakDampak Academy, yang hadir untuk mendampingi pemuda menciptakan gerakan anti-bullying di sekolah dan komunitas. Dalam sesi ini, fasilitator dibekali materi Good Global Citizen, teknik fasilitasi, analisis Problem Tree, dan kurikulum HARMONI, sehingga mereka siap menjadi mentor muda yang membimbing peserta dan menanamkan kepemimpinan, empati, serta nilai perdamaian.
Bootcamp ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan rangkaian kegiatan yang interaktif dan aplikatif. Peserta diperkenalkan pada kurikulum HARMONI, yang menanamkan tujuh nilai: Hargai Keberagaman, Aksi Nyata, Regulasi Emosi, Membangun Compassion, Open-Minded, Ngenal Diri, dan Integritas. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dengan VUCA Leadership dan Buddy Pekerti Values, meliputi kepemimpinan diri (Lead Self), kepemimpinan kelompok (Lead Others), hingga kepemimpinan perubahan (Lead Change).
Selama bootcamp, peserta mengikuti berbagai sesi, termasuk presentasi materi dari fasilitator, studi kasus, diskusi kelompok, simulasi interaktif, serta refleksi pribadi. Metode ini dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya memahami konsep kepemimpinan dan anti-bullying secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata di sekolah atau komunitas mereka.
“Saya senang bisa mengikuti kelas ini, terutama materinya sangat komprehensif dan relevan dengan kondisi saat ini. Penyampaiannya jelas, mudah dipahami, dan adanya ringkasan juga bikin proses belajarnya semakin gampang diikuti,” tutur Martasya Ayu Eka Putri Piolita, peserta asal SMAN 99 Jakarta, saat menceritakan pengalamannya di Mini Bootcamp.
Minhah Maliyatusyarifah, selaku Lead Facilitator, menyampaikan bahwa dengan menghadirkan agen perubahan muda di sekolah, pihaknya berharap setiap siswa dapat merasakan lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan penuh dukungan. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya melatih siswa untuk menghentikan bullying, tetapi juga menanamkan kepemimpinan diri, keberanian, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Dari Mini Bootcamp, 20 peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti Intensive Course pada 18-19 Oktober 2025 di Jakarta, sebelum mengimplementasikan aksi nyata anti-bullying di sekolah masing-masing. Mini Bootcamp ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang para peserta untuk menjadi duta anti-bullying di sekolah masing-masing, hingga menciptakan perubahan nyata di komunitas mereka.
Bersama Tugujatim.id dan Indika Foundation, Ruber Innovation Lab berkolaborasi dalam melakukan pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Indriyani Nurjanah
Editor: Darmadi Sasongko








