Rumah Terpendam Abu Vulkanik Letusan Semeru, Warga di Lumajang Berlomba Mengungsi - Tugujatim.id

Rumah Terpendam Abu Vulkanik Letusan Semeru, Warga di Lumajang Berlomba Mengungsi

  • Bagikan
Hujan abu Semeru belum berhenti, warga berlarian untuk mengungsi.
Hujan abu letusan Semeru belum berhenti, warga berlarian untuk mengungsi. (Foto: Bayu Eka Novanta)

LUMAJANG, Tugujatim.id – Hujan abu letusan Gunung Semeru belum berhenti total, sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan mengungusi. Abu vulkanik Semeru masih menghujani 6 desa di Kabupaten Lumajang.

Pada Minggu (5/12/2021), sekitar pukul 10.00 WIB warga di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang berlomba menyelamatkan harta benda mereka. Mulai dari kasur, perabot rumah tangga hingga hewan ternak.

Mereka berpacu dengan waktu menyelamatkan sisa harta benda mereka. Seperti dilakukan Sopan (57). Mata pria tersebut tampak berkaca-kaca saat ditanyai reporter tentang kondisi rumahnya yang jaraknya dengan aliran lahar sepelemparan batu.

”Waduh udah rusak, Mas. Ngungsi saja. Mau gak mau ya harus ngungsi. Kalau maksa tidur di sana ya gimana udah rusak dan banyak abu kayak gitu,” ujar dia.

Tidak hanya dia, warga lain berpikiran sama untuk mengungsi. Berbeda dengan erupsi pada 2019 silam di mana kondisi rumah hanya tertutup abu vulkanik berukuran tipis. Aliran lahar juga tidak sampai naik ke pemukiman warga.

Namun untuk kejadian tahun 2021 ini, material debu vulkanik berkisar setebal 2-3 sentimeter dan akhirnya merusak bahkan merobohkan atap rumah warga. ‘

‘Kemarin kan juga anginnya kenceng. Pohon-pohon semua patah,” kata Najib, seorang warga lainnya.

Informasi dihimpun, kerusakan parah juga terjadi di wilayah Kecamatan Candipuro, persisnya ada di sisi timur sungai Curah Kobokan. Sejumlah rumah dan kendaraan milik warga ikut terpendam material vulkanik hingga menyisakan atap rumahnya saja.

6 desa yang terdampak ada di 2 kecamatan yakni di Kecamatan Pronojiwo yaitu Desa Supiturang, Desa Sumberurip, Desa Oro-Oro Ombo dan Desa Pronojiwo. Sementara di Kecamatan Candipuro yang terletak di sisi timur Jembatan Gladak Perak ada di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.

Kasi Kedaruratan BPBD Jatim, Satrio Nurseno bilang pihaknya tengah fokus melakukan evakuasi penduduk dan pelayanan kebutuhan dasar seperti pengungsian, pemulihan psikis korban bencana dan lain-lain.

”Untuk pemulihan fasilitas dan lain-lain menyusul jika situasi kondusif. Kami imbau warga untuk tidak lagi kembali ke rumah dan menetap di posko-posko pengungsian,” jelasnya.

Dilaporkan, ada sekitar 1.250 warga di Kabupaten Lumajang terpaksa mengungsi di sejumlah titik yang tersebar di Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Candipuro.

Hingga saat ini, untuk kerugian materil akibat peristiwa ini masih dilakukan pendataan. Untuk, korban jiwa meninggal dunia tercatat ada 13 orang dan 41 orang mengalami luka bakar. Semua sudah ditangani. Data ini akan terus dimutakhirkan.

Pantauan secara visual menunjukkan awam panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru juga berhenti.

BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru.

  • Bagikan