MOJOKERTO, Tugujatim.id – Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya terdapat perubahan rute, karena untuk menghindari Jl. Trosobo yang sedang perbaikan.
“Rute terbaru berawal dari Mojokerto yakni Jl. Surodinawan - Jl. Prajurit Kulon - Jl. Raya Kedungbocok - Jl. Brawijaya - Jl. Gajah Mada – Jl. Hayam Wuruk - Jl. Jati Kulon - Jl. Jatijejeran - Jl. By Pass Krian Jampirogo – Milirip – Jl. Raya Milirip Krian – Jl. Raya Sidomulyo Krian – Jl. Raya Krian,” kata Kadisporapar Kota Mojokerto, Ani Wijaya.
Kemudian, berlanjut di daerah Krian, Sidoarjo. Rute ini melewati Jl. Raya Imam Bonjol Simpang 4 Krian – Jl. Raya Kramat – Jalan Raya Legundi – Jalan Raya Bakalan – Jalan Raya Driyorejo – Jalan Raya Gadung – Jalan Raya Bambe – Jalan Raya Mastrip Kebraon – Jalan Raya Mastrip Kemlaten.
Kemudian, rute berlanjut menuju Surabaya yakni Jl. Raya Karang Pilang Barat – Jl. Raya Mastrip – Jl. Airlangga – Jl. Gunung Sari – Jl. Joyoboyo – Jl. Darmo – Jl. Pasar Kembang – Jl. Arjuno – Jl. Blauran – Jl. Bubutan – Jl. Indrapura hingga berakhir di Jl. Pahlawan.
BACA JUGA: Rekayasa Lalin Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya 2025, Berikut Rute Alternatifnya!
Gerak jalan yang menempuh jarak sekira 55 kilometer ini merupakan upaya napak tilas perjuangan heroik para pahlawan ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Jawa Timur. Napak tilas ini erat berkaitan dengan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
Napak tilas pertama kali berlangsung pada 1955. Kemudian, pada 1959, rute gerak jalan secara permanen ditetapkan berawal dari Mojokerto dan berakhir di Surabaya. Rute dipilih untuk menghormati dan mengenang perjuangan Laskar Hisbullah yang berjuang penuh di sektor barat yang melewati kawasan bersejarah.
Sementara itu, beberapa kali pelaksanaan gerak jalan Mojosuro mengalami masa vakum yakni pada medio 1965 hingga 1967. Saat ini ditiadakan karena dampak langsung dari peristiwa G30S/PKI. Selain itu, sempat juga pada 1998 hingga 2005 ditiadakan karena krisis pada masa reformasi.
Kemudian kembali digelar lagi pada 2006 hingga sekarang ini dan sempat terhenti sementara akibat pandemi COVID-19 pada 2020 hingga 2022.
Lebih dari sekadar event olahraga, gerak jalan Mojokerto-Surabaya merupakan napak tilas perjuangan sekaligus memupuk semangat nasionalisme. Peserta diajak untuk secara fisik dan mental merasakan sedikit gambaran pengorbanan serta ketangguhan para pejuang yang rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








