Saat Kena Covid-19, Nurcholis dan Erwin Rasakan Perhatian Besar Ventje Suardana

  • Bagikan
Ventje Suardana (kanan) bersama Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman serta Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Ventje Suardana (kanan) bersama Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman serta Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.(Foto: Dokumen)

JAKARTA, Tugujatim.id – Dua wartawan senior Nurcholis MA Basyari dan Erwin Kustiman hampir bersamaan kena Covid-19. Meski lokasi mereka berbeda. Nurcholis diperkirakan tertular di Bandar Lampung, Lampung. Sedangkan Erwin di Bandung, Jawa Barat.

Mereka kena Covid-19 minggu keempat Juni 2021. Dalam waktu serupa, sahabat mereka yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Duta Anggada Realty Ventje Suardana juga kena penyakit itu.

Pilihan ketiganya sama, yaitu isolasi mandiri. Nurcholis di rumahnya di Depok, Jawa Barat. Erwin awalnya di salah satu hotel di Bandung. Sedangkan Ventje di rumahnya di Jakarta.

Menariknya meski sama-sama kena Covid-19, dalam kondisi sakit Ventje berusaha untuk mendapatkan obat-obatan buat sahabatnya Nurcholis dan Erwin. Juga untuk banyak orang lain yang membutuhkannya.

Nurcholis dan Erwin sangat terharu. Saat sakit Covid-19, mereka merasakan perhatian Ventje yang sangat besar pada mereka. Hal itu membantu mempercepat kesembuhan mereka berdua dan keluarganya yang juga sakit serupa.

Erwin Kustiman bersama putranya Muhammad Satria Wibawa Mukti.( Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Erwin Kustiman bersama putranya Muhammad Satria Wibawa Mukti.( Foto: Dokumen)

Di saat terjadi kelangkaan obat-obatan terutama yang terkait dengan kebutuhan mereka yang kena Covid-19, Ventje tanpa ragu berbagi obat yang seharusnya dikonsumsinya untuk sesama penderita Covid-19. Dia rela melakukan itu agar orang yang dibantunya segera sembuh.

Berbagai upaya dilakukan Ventje. Mulai dari mengontak teman-temannya yang diyakini menyimpan obat-obatan yang dibutuhkan hingga menghubungi para pemilik apotek yang selama ini menjadi langganannya.

Sebagian obat yang dibutuhkan berhasil didapatkannya. Sedangkan beberapa jenis obat kosong di apotek.

“Saya sampai minta tolong ke teman-teman dan para pemilik apotek agar bisa mendapatkan semua obat yang dibutuhkan. Karena stoknya habis sehingga mereka tidak dapat memberikannya,” ujar Ventje pelan.

Padahal, Ventje membutuhkan sekali obat-obatan itu, terutama untuk banyak orang yang sangat memerlukannya. Sebagian ada yang sakitnya parah.

“Sebagai sesama penderita Covid-19, saya bisa membayangkan yang bakal terjadi kalau obat yang dibutuhkan tidak ada. Pasiennya pasti menderita sekali menahan sakit,” lanjut Ventje yang sejak awal pandemi Covid-19 telah mendistribusikan obat-obatan, termasuk berbagai vitamin kepada banyak orang.

Bantu Sesama Penyakit Covid-19

Kena penyakit Covid-19 bukan berarti hanya memikirkan diri sendiri untuk sembuh. Namun, juga bisa membantu orang lain yang mengalami sakit yang sama agar segera sehat.

Ventje telah mencontohkan hal itu. Tanpa gembar-gembor, dalam kondisi sakit Covid-19, laki-laki asal Surabaya, Jawa Timur, tersebut membantu banyak orang yang juga sedang mengalami sakit serupa.

Ceritanya bermula dari sekitar tiga minggu lalu. Ventje merasakan tubuhnya seperti orang yang mengalami Covid-19. Karena belum melaksanakan rapid test antigen dan tes swab sehingga belum tahu kepastiannya. Dia hanya menduga-duga saja.

Persis dua minggu lalu, Senin (28/06/2021), hasil tes swab Ventje positif. Karena gejala ringan sehingga bapak dua anak itu memutuskan isolasi mandiri di rumahnya di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Untuk penyembuhannya selain istirahat total, Ventje minum berbagai jenis obat dan memakan aneka makanan yang diyakni dapat mempercepat penyembuhannya. Kakek dari satu cucu itu konsisten melakukannya.

Dalam kondisi sakit Covid-19 dan isolasi mandiri di rumah, Ventje mendapat kabar ada beberapa temannya yang sakit Covid-19 seperti dirinya. Pria yang sangat rendah hati ini spontan mengirimkan obat-obatan kepada mereka sambil terus memonitor perkembangan kesehatan mereka.

Diawali pemberian obat-obatan kepada mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Pikiran Rakyat Bandung, Jawa Barat, Erwin Kustiman dan putranya Muhammad Satria Wibawa Mukti yang dititipkan kepada Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.

Erwin dan Satria kena Covid-19 waktunya hampir bersamaan dengan Ventje. Mereka berdua memutuskan isolasi mandiri awalnya di Hotel De Batara, Jalan Cihampelas No 112 Bandung. Dua malam di sana.

Sambil istirahat di hotel itu, Erwin berusaha mencari informasi dan tempat isolasi mandiri yang lebih baik. Terutama yang ada dokter yang memonitor perkembangan kesehatan pasien selama 24 jam.

Waktu itu ada beberapa alternatif tempat, termasuk rumah sakit darurat di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD). Kepada Dr Aqua, Erwin menyampaikan sewaktu-waktu akan kontak jika mau pindah ke rumah sakit tersebut.

“Pak Aqua kan teman akrab Komandan Secapa AD Bapak Mayjen TNI Ferry Zein. Jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan bapak untuk pindah ke sana, saya akan kontak Pak Aqua. Mohon bantuannya,” ujar Erwin.

Dr Aqua menyatakan setiap saat siap membantu Erwin. Apa pun akan dilakukan bapak dari Alira Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana untuk meringankan beban teman akrabnya itu.

Dua hari kemudian Erwin dan Satria pindah ke rumah singgah milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat di Cimahi. Mereka 11 malam di sana. Setelah merasa sehat, sama dokter diizinkan pulang ke rumah.

Pada Rabu sore (30/06/2021), seusai acara Sharing Komunikasi dan Motivasi dua sesi di Secapa AD di Bandung, Dr Aqua mengantarkan obat-obatan titipan Ventje kepada Erwin di BPSDM Jawa Barat.

Dr Aqua ketemu Erwin dalam jarak lebih dari enam meter. Mereka dibatasi bilik desinfektan. Semua obatnya diletakkan di bilik itu. Kemudian diambil Erwin.

Erwin sama sekali tidak menyangka ketika Dr Aqua datang ke sana. Apalagi sebelumnya tidak memberi tahu lebih dulu. Sehingga saat dihubungi lewat telepon, Erwin kaget.

Dengan mata berkaca-kaca, Erwin mengucapkan terima kasih kepada Dr Aqua dan Ventje. Atas perhatian mereka yang sangat besar pada kesembuhan Erwin dan putranya.

“Terima kasih banyak Pak Aqua dan Pak Ventje atas pemberian obat-obatannya buat saya dan Satria. Kami akan meminumnya sampai habis. Kami sangat terharu atas perhatian bapak berdua yang sangat besar pada kami,” ujar Erwin dengan mata berkaca-kaca.

Sesaat kemudian istri Erwin yang juga mantan karyawati Harian Pikiran Rakyat Bandung, Dian Erwin telepon Dr Aqua. Dengan terbata-bata, dia mengucapkan terima kasih atas pemberian obat-obatan dari Ventje buat suami dan putranya.

“Tabarakallah… Jazakillah khairan katsiran… Pak Aqua. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan bapak dan Pak Ventje. Barusan Mas Erwin telepon saya. Menginfokan bahwa Pak Aqua sengaja mampir ke rumah singgah BPSDM Jawa Barat untuk mengantarkan banyak obat dari Pak Ventje buat Mas Erwin dan Satria. Hanya Allah SWT yang dapat membalas semua kebaikan bapak berdua kepada kami sekeluarga,” kata Dian.

Kedatangan Dr Aqua ke rumah singgah milik BPSDM Jawa Barat tidak sekadar mengantarkan obat buat Erwin dan Satria. Lebih dari itu, dia memberikan dorongan moril agar mereka berdua tetap semangat melawan sakitnya dan segera sembuh total.

Tidak Menyangka Terjadi

Setelah memberikan obat-obatan buat Erwin dan Satria, Ventje mendapat kabar bahwa teman dekatnya yang wartawan senior dan penulis banyak buku yang juga Pemred Tugujatim.id Nurcholis MA Basyari kena Covid-19. Setelah menjadi asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Bandar Lampung, Lampung.

Ventje sangat kaget mendengar kabar itu. Dia sama sekali tidak menyangka atas kejadian tersebut.

“Buat kesembuhan Pak Nurcholis, apa pun akan saya lakukan. Saat ini stok obat-obatan di saya menipis. Saya segera kontak apotek langganan agar dikirimin lagi. Setelah dapat, segera saya kirimkan ke rumah Pak Nurcholis di Depok,” tutur Ventje dengan semangat.

Minggu keempat Juni 2021 lalu, Nurcholis ke Lampung untuk melaksanakan UKW di sana. Selama tiga hari di Bandar Lampung.

Pulang dari Bandar Lampung, dia merasakan badannya kurang sehat. Seperti ada gelala Covid-19. Setelah melaksanakan rapid test antigen secara mandiri di rumahnya, hasilnya positif.

Nurcholis memutuskan isolasi mandiri di rumah. Melaksanakan istirahat total sambil minum obat-obatan dan memakan aneka makanan yang bergizi dan mengandung nutrisi.

Beberapa hari kemudian, istrinya Yayah Nuriyah dan putra sulungnya Nur Muhammad Romdhoni Assalavi merasakan hal serupa. Kemudian melaksanakan rapid test antigen dan hasilnya positif.

Keduanya sama dengan Nurcholis memutuskan isolasi mandiri di rumah. Dengan istirahat total.

Wartawan senior yang juga Pemred Tugujatim.id Nurcholis MA Basyari (kiri) bersama istri.(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Wartawan senior yang juga Pemred Tugujatim.id Nurcholis MA Basyari (kiri) bersama istri.(Foto: Dokumen)

Bersyukur kedua putri mereka, anak nomor tiga dan empat yang tinggal serumah, yakni
Nurul Amelia Assalavi dan Mikyal Rahmadani Assalavi, kondisinya sehat. Tidak kena Covid-19 seperti kedua orang tua dan abangnya.

Saat mendapat kabar langsung dari Nurcholis tentang istri dan putra sulungnya juga kena Covid-19, Ventje sangat kaget. Kembali tidak menyangka hal itu terjadi.

Ventje segera minta tolong putra bungsunya Alvin Suardana untuk mengirimkan pakai gosend obat-obatan buat istri dan putranya Nurcholis. Diiringi doa agar cepat sembuh.

Selain mengirimkan banyak obat buat Erwin, Satria, Nurcholis, Yayah, dan Dhoni, Ventje juga melakukan hal yang sama untuk teman-temannya baik di Jakarta, Surabaya, Lamongan, maupun kota-kota lainnya di Indonesia.

Selama ini Ventje memiliki langganan beberapa apotek di Jakarta. Setiap saat jika dia membutuhkan obat, dibantu oleh para pemilik apotek tersebut.

Bantu Taruna Akademi Militer

Ventje mulai intens mengenal banyak obat setelah Papanya Rudy Suardana mengalami serangan stroke yang pertama pada 1994. Sejak itu pengetahuannya tentang obat bertambah.

Selama pandemi Covid-19 ini, Ventje telah menolong banyak orang dengan memberikan obat gratis kepada yang membutuhkannya. Termasuk pada 2020 lalu saat vitamin langka di pasaran, Ventje mengirimkan banyak vitamin kepada taruna Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.

Salah seorang taruna tingkat III yang mendapatkan vitamin itu adalah Reizalka Dwika Monardo. Dia putra kedua Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (waktu itu, red) Letjen TNI Doni Monardo. Rencananya Selasa besok (13/07/2021), Alka panggilan akrab Reizalka Dwika Monardo bersama teman seangkatannya di TNI dan Polri akan dilantik oleh Presiden Jokowi.

“Terima kasih kepada Pak Ventje Suardana yang telah mengirimkan banyak vitamin kepada Alka dan teman-temannya para taruna Akademi Militer di Magelang. Itu sangat berguna buat mereka,” ungkap Doni waktu itu.

Mereka yang mendapat kiriman obat dari Ventje kondisinya mulai sehat. Erwin dan Satria pada Kamis (08/07/2021) telah meninggalkan rumah singgah milik BPSDM Jabar dan kembali ke rumahnya di Bandung.

Sesaat setelah tiba di rumah, Erwin mengabarkannya ke Dr Aqua.

“Assalamualaikum Pak Aqua yang baik. Berkat doa dan bantuan bapak bersama Pak Ventje, alhamdulillah saya dan Satria sudah kembali ke rumah bertemu dengan istri tercinta. Mohon doanya agar saya sekeluarga terus sehat dan pulih. Saya sekeluarga hanya bisa menghaturkan terima kasih yang mendalam atas semua atensi, kepedulian, dan bantuan bapak sekeluarga dan Pak Ventje selama saya dan Satria menjalani isolasi mandiri. Hanya Allah SWT yang dapat membalas semua budi baik bapak dan Pak Ventje. Semoga bapak sekeluarga bersama Pak Ventje dan keluarga senantiasa dalam lindungan dan berkah Allah SWT.  Salam takzim selalu dari saya sekeluarga.”

Nurcholis bersama istri dan anaknya juga kondisi kesehatannya membaik. Selain istirahat, mereka setiap hari mengonsumsi obat-obatan pemberian Ventje.

“Alhamdulillah kondisi saya, Yayah, dan Dhoni membaik. Penciuman sudah mulai pulih kembali. Hanya badan terasa masih kurang enak. Kami bertiga tetap isolasi mandiri di rumah,” jelas Nurcholis.

Bersamaan dengan itu, Senin tadi pagi Ventje mendapat kabar gembira. Hasil tes swabnya negatif. Meski begitu, Ventje memutuskan tetap istirahat di rumah. Apalagi saat ini sedang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali.

Ketika disinggung tentang telah banyak bantuan obat yang diberikannya kepada masyarakat, dengan rendah hati Ventje mengatakan, “Semuanya karena Tuhan. Bantuan yang telah saya berikan tidak ada artinya dibandingkan sumbangsih berbagai pihak terhadap pasien Covid-19. Saya berbuat sesuai kemampuan saya. Kebetulan beberapa pemilik apotek di Jakarta teman saya.”

Keteladanan Ventje adalah contoh nyata membantu tanpa pamrih saat pandemi Covid-19. Meski dalam kondisi sakit dan berjuang agar sembuh, namun tetap memiliki kepedulian yang tinggi pada sesama dan secara konkret memberikan bantuan kepada banyak orang. (*)

  • Bagikan