MALANG, Tugujatim.id – Nenek Yetti (68) mengenakan kebaya berikut toga, lengkap dengan aneka aksesoris wisuda. Ia berdiri berjajar bersama puluhan teman seusianya mengikuti prosesi wisuda kelulusan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (30/07/2025).
“Ini sepatu lama, sepatu saat masih muda dulu, kemarin saya semir, sebelum dipakai acara ini,” ungkap Yetti bercerita tentang sepatunya di atas panggung Wisuda Sekolah Lansia Tangguh Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (30/07/2025).
Nenek Yetti, didaulat kembali naik ke panggung usai unjuk kebolehan lewat sejumlah performance. Saat itu, Hanik Dwi Martya, Kepala Desa Tunjungtirto ‘terpikat’ oleh penampilan Yetti, terutama pada sepatu boot yang membuat pemakainya terlihat lebih muda dan sporty.
Kata Yetti, meski lanjut usia (Lansia) tetap harus berpenampilan dan percaya diri. Tubuh harus dijaga dengan berolahraga agar tetap sehat. “Saya itu mandiri, tidak memakai pembantu, ke mana-mana sendiri,” tegasnya penuh keceriaan.

Sebanyak 32 Orang Lansia (nenek dan kakek) Desa Tunjungtirto mengikuti wisuda Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), yakni Program pendidikan nonformal yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini bertujuan pemberdayaan Lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif di usia senja, sehingga meningkatkan kualitas hidup dalam 7 dimensi yakni lansia tangguh spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional vokasional dan lingkungan.
Mereka yang diwisuda dinyatakan lulus setelah mengikuti 16 kali kelas pertemuan yang diselenggarakan seminggu dua kali yakni setiap Selasa dan Kamis. Selama pertemuan, para Lansia mendapatkan aneka materi dengan berbagai motode penyampaian oleh para relawan dan instruktur BKKBN Kabupaten Malang.
Sekolah Orang Tua Hebat
Bersamaan juga digelar prosesi Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di mana sebanyak 30 orang dinyatakan lulus setelah mengikuti 14 kali kelas pertemuan. Berbeda dengan Selantang yang diikuti para Lansia, peserta SOTH adalah para ibu rumah tangga muda dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam mengasuh anak.
BACA JUGA: Sekolah Lansia Tangguh di Malang Resmi Dibuka, Arumi Bachsin: Jangan Remehkan Usia
Lewat program ini diharapkan optimalisasi tumbuh kembang dan pembentukan karakter positif bagi anak, serta meminimalkan terjadinya stunting. Mereka mendapatkan materi seputar pola pengasuhan anak, pembelajaran tentang tumbuh kembang anak, pembelajaran cara asuh balita, anak-anak usia dini sampai remaja, dan lain sebagainya.

“Saya itu baru satu anak, kan butuh pembelajaran lagi. Karena gak gampang jadi orang tua, mengasuh anak balita itu seperti apa, pola makannya seperti apa, toilet service gimana, setiap umur itu ada tahapan, itu diajarkan. Sehingga kita tahu, tidak hanya belajar dari hp saja ya, intinya di sini ada yang nuntun, ada gurunya,” cerita Novy Kumalasari, salah satu peserta wisuda Sekolah Orang Tua Hebat.
Para peserta, kata Novy, di antaranya adalah ibu-ibu yang menghadapi kondisi khusus dengan balitanya atau yang sedang mendapat pantauan dari Bidan Desa terkait kesehatan maupun kondisi perkembangan. Tetapi terbuka juga untuk masyarakat luas yang memang berminat untuk belajar tentang pola pengasuhan anak.
Para peserta wisuda Sekolah Orang Tua Hebat hadir bersama anak-anak, bahkan naik ke panggung bersama untuk sebuah penampilan.

Kepala Desa Tunjungtirto, Hanik Dwi Martya P. S.Farm M.A.P dalam sambutannya berharap, ilmu yang didapatkan selama Sekolah Lansia Tangguh dan Sekolah Orang Tua Hebat bermanfaat bagi keluarga serta dapat ditularkan kepada warga dan keluarga lain.
“Ini tentunya tidak mudah, 16 kali dan 14 Kali pertemuan, kalau tidak istiqomah akan protol (terputus) di tengah jalan. Tapi tadi dilaporkan sejak awal 30 dan 32 peserta dinyatakan lulus 100 persen, dengan predicate cumlaude,” ungkap Hanik.
BACA JUGA: Resmikan Sekolah Lansia Tangguh, Arumi Bachsin Ajak Warga Pasuruan Melek Teknologi
Turut menyaksikan dalam prosesi wisuda Selantang dan Soth di antaranya Anisatus Sholikhah (Ketua Tim Penggerak PKK Kecatamatan Singosari), Yudi Kurnia Dewi (Ketua Koordinator Penyuluh KB Wilayah Kabupaten Malang), serta sejumlah perwakilan yakni dari Rumah Sakit Marsudi Waluyo, Ketua Muslimat NU Ranting Tunjungtirto, Ketua Fatayat Ranting Tunjungtirto, Bidan Desa, Perawat dan Duta Lansia Kecamatan Singosari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








