TUBAN, Tugujatim.id – Sorak bangga kembali mengalir dari Kabupaten Tuban, Jatim. Kali ini datang dari gelanggang olahraga Asia Tenggara, ketika nama Salsa Sabilillah, atlet sepak takraw Tuban, tercatat sebagai bagian dari skuad Indonesia di SEA Games 2025 Thailand.
Perempuan muda asal Desa Prunggahan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, itu ikut menyumbang raihan medali perunggu untuk Merah Putih di nomor beregu, sebuah capaian yang terasa istimewa, bukan hanya bagi tim nasional, tetapi juga bagi tanah kelahirannya.
Baca Juga: Anjani Dwi Apriliah, Atlet Pentaque Kota Pasuruan Raih Medali Perunggu di SEA Games 2025
Di dalam Gimnasium Kota Nakhon Pathom, Sabtu (13/12/2025), Salsa dan rekan-rekannya bertarung menghadapi tekanan lawan-lawan tangguh dari kawasan Asia Tenggara.
Irama permainan cepat, adu strategi, hingga ketahanan fisik diuji di setiap set. Langkah Indonesia memang terhenti di babak empat besar, namun hasil akhir tetap menempatkan tim di podium. Sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensi sepak takraw Indonesia di level regional.
Bagi atlet sepak takraw Tuban ini, perjalanan menuju SEA Games bukan sekadar soal pertandingan. Saat dihubungi dari Thailand, dia tidak menutupi rasa haru dan syukurnya. Perempuan yang tumbuh dari lingkungan desa itu mengaku tidak pernah membayangkan bisa mengenakan seragam tim nasional di ajang sebesar SEA Games.
“Alhamdulillah, ini di luar dugaan saya. Berangkat dari anak desa, bisa sampai ke titik ini rasanya seperti mimpi. Medali ini saya dedikasikan untuk orang tua, untuk Tuban, Jawa Timur, dan semua yang sudah memberi doa serta dukungan,” ucapnya dengan nada penuh emosi, Senin (15/12/2025).
Sederet Prestasi Salsa
Hasil manis tersebut tidak datang secara instan. Sejak awal Agustus 2025, Salsa telah menjalani program latihan yang padat bersama tim nasional. Jam latihan panjang, disiplin ketat, dan evaluasi berulang menjadi rutinitas harian.
Bahkan sebelum laga resmi dimulai, tim Indonesia lebih dulu melakoni dua kali laga uji coba di Thailand sebagai bagian dari pemantapan pola permainan dan mental bertanding.
“Persiapannya cukup panjang. Kami digembleng sejak awal Agustus, lalu sebelum pertandingan resmi juga sempat menjalani uji tanding dua kali di sini,” tuturnya.
Lebih dari sekadar hasil, Salsa memandang medali perunggu ini sebagai bahan bakar semangat untuk melangkah lebih jauh. Dia berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk hasil yang lebih tinggi pada nomor-nomor berikutnya, baik untuk dirinya maupun tim nasional Indonesia.

Perjalanan Salsa sendiri menjadi potret proses pembinaan atlet yang berkesinambungan. Dia mengawali pendidikan dari SDN Prunggahan 03, lalu melanjutkan ke SMPN 1 Semanding.
Bakatnya di dunia olahraga kemudian membawanya ke SMA Negeri Olahraga Jawa Timur di Sidoarjo, sebelum akhirnya melanjutkan studi di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Deretan prestasi nasional pun telah dia kumpulkan. Mulai dari gelar juara pada ajang Pra-PON XXI Jawa Tengah 2023, podium tertinggi PON XXI Aceh–Sumut 2024, hingga sukses di Pomnas Jawa Tengah 2025. Semua itu menjadi kepingan cerita dari kerja keras yang dijalaninya sejak usia muda.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Tuban Mohammad Emawan Putra turut menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, keberhasilan Salsa membuktikan bahwa atlet daerah memiliki kapasitas untuk tampil dan memberi kontribusi nyata di panggung internasional.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi Tuban, tetapi juga Jawa Timur dan Indonesia. Semoga capaian ini memantik semangat generasi muda Tuban untuk terus menyalurkan potensi dan berprestasi lewat olahraga,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








