MALANG, Tugujatim.id – Aroma yang sedap begitu menggugah selera makan ketika sampai di Soto Kambing Pak Thosim, Kabupaten Malang, Jatim, pada Kamis (28/05/2026). Kuliner legendaris yang enak ini pun tampak tidak pernah sepi pengunjung hingga mereka rela antre demi menyantap kelezatannya.
Soto kambing memang menjadi salah satu menu yang sering jadi incaran pencinta kuliner. Di balik banyaknya pilihan tempat makan di Kabupaten Malang, pelanggan tidak pernah berpaling pada salah satu warung sederhana Soto Kambing Pak Thosim yang berada di Jalan Sasando, Telasih, Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Bikin Ngiler! Kuliner Legendaris Rujak Manis Semeru Malang dengan Cita Rasa Bumbu Kacang Berlimpah
Suasana Ramai dan Hangat Khas Warung Keluarga

Saat tiba di lokasi, suasana ramai langsung terasa bahkan sebelum masuk ke area makan. Sejumlah kendaraan tampak terparkir memenuhi halaman depan. Tidak hanya lantai bawah, area lantai dua juga dipenuhi pengunjung yang datang bersama keluarga maupun teman-temannya untuk menikmati semangkuk soto kambing lezat.
Meski ramai pelanggan, suasana di warung ini tetap terasa nyaman. Tempat makannya bersih dan cukup luas dengan pilihan duduk di kursi maupun lesehan. Banyak pengunjung terlihat menikmati makanan sambil berbincang santai bersama keluarga. Pelayanannya pun terbilang ramah dan hangat, membuat pelanggan betah berlama-lama makan di tempat.
Bertahan sejak 1990 dan Dikelola Keluarga
Salah satu pekerja di Soto Kambing Pak Thosim bernama Udin mengatakan, usaha tersebut sudah berdiri sejak 1990 atau 36 tahun. Usaha ini juga dikelola secara turun-temurun oleh keluarga.
“Sudah lama dari tahun 90-an. Yang kerja juga keluarga semua,” ujarnya saat ditemui di sela melayani pelanggan.
Dalam satu shift, dia mengatakan, biasanya ada sekitar empat orang yang bertugas melayani pembeli. Sistem kerja dibagi menjadi dua shift, yakni pagi hingga siang dan siang hingga malam.
Meski terlihat sederhana, Udin mengatakan, aktivitas di dapur warung ini nyaris tidak pernah berhenti terutama saat jam makan siang dan malam tiba.

Menurut Udin, warung soto kambing tersebut bisa menghabiskan sekitar 100 porsi hanya untuk shift siang saja. Jumlah tersebut biasanya akan meningkat saat akhir pekan, terutama Sabtu dan Minggu ketika banyak keluarga atau rombongan pelanggan datang makan bersama.
“Ramainya biasanya pas jam makan siang, malam, terus Sabtu sama Minggu,” jelasnya.
Mayoritas pelanggan yang datang pada hari kerja merupakan pekerja dan mahasiswa yang sengaja mampir untuk makan siang. Lokasinya yang berada di pinggir jalan membuat warung ini cukup mudah dijangkau dari berbagai arah, termasuk dari area kampus maupun pusat aktivitas masyarakat.
Di balik cita rasa sotonya yang khas, ternyata Soto Kambing Pak Thosim memiliki cara tersendiri dalam mengolah daging kambing agar tidak meninggalkan aroma prengus yang sering menjadi alasan sebagian orang enggan menyantap olahan kambing.
Meski tidak menjelaskan secara detail proses pengolahannya, Udin mengatakan bahwa teknik memasak dan racikan bumbu yang digunakan memang sudah diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga.
Penyajian Sederhana dengan Cita Rasa Khas
Udin melanjutkan, menu utama yang ditawarkan di warung ini cukup sederhana, yakni soto daging dan soto jeroan kambing. Satu porsi soto biasanya disajikan bersama nasi atau lontong sesuai pilihan pelanggan, lalu diberi irisan daging maupun jeroan kambing, taburan cambah, dan disiram kuah soto hangat yang aroma rempahnya langsung terasa menggoda sejak pertama kali disajikan.
Untuk menambah cita rasa, dia mengatakan, pengunjung juga dapat menyesuaikan racikan sotonya menggunakan sambal, kecap, jeruk nipis, hingga pelengkap lain yang tersedia di meja makan. Dari kesederhanaan penyajian itulah cita rasa khas Soto Kambing Pak Thosim berhasil menarik perhatian pelanggan dari berbagai daerah.

Harga yang ditawarkan juga tergolong ramah di kantong. Satu porsi soto dibanderol dengan harga di bawah Rp20 ribu, namun porsinya mengenyangkan. Pengunjung juga diberi pilihan karbohidrat berupa nasi maupun lontong sesuai selera. Bagi pencinta jeroan, tersedia tambahan babat atau jeroan lain yang bisa membuat semangkuk soto terasa semakin nikmat.
Hal yang paling mencuri perhatian tentu terletak pada kuahnya. Sekilas kuah soto kambing di tempat ini terlihat ringan dan tidak terlalu berminyak. Namun saat disantap, rasa rempahnya langsung terasa kuat di lidah. Perpaduan gurih kaldu dan aroma rempah menghasilkan rasa yang kaya namun tetap nyaman disantap kapan saja.
Pelanggan Rela Datang dari Jauh
Warung ini biasanya buka sejak pagi hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Meski sudah berdiri selama 36 tahun, antusiasme pelanggan tampaknya masih terus terjaga hingga sekarang. Salah satu pelanggan bernama Ridho mengaku rela datang dari tempat yang cukup jauh hanya untuk menikmati soto kambing di warung tersebut.
Mahasiswa yang cukup sering makan di Soto Kambing Pak Thosim itu mengatakan bahwa dirinya pertama kali mengetahui tempat makan tersebut dari rekomendasi kenalan.
“Awalnya direkomendasikan teman, terus nyobain ternyata cocok,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (28/05/2026).
Dari sekian banyak warung soto kambing yang pernah dia coba, Ridho mengaku paling menyukai menu soto babat di tempat ini. Menurut dia, tekstur babatnya empuk dan rasanya khas sehingga membuatnya kembali lagi untuk makan di sana.
“Yang paling suka itu soto babatnya. Rasanya khas,” tambahnya.
Tak sedikit pelanggan lain yang tampak datang silih berganti selama waktu makan berlangsung. Beberapa bahkan terlihat sudah mengenal para pegawai karena cukup sering mampir. Suasana hangat seperti inilah yang membuat Soto Kambing Pak Thosim terasa bukan sekadar tempat makan biasa, melainkan juga tempat berkumpul dan berbagi cerita.
Baca Juga: Bukan Cuma Bakso, 5 Kuliner Malang Legendaris Ini Wajib Dicoba Long Weekend
Tetap Eksis di Tengah Kuliner Modern
Di tengah menjamurnya kuliner modern dan makanan kekinian, Soto Kambing Pak Thosim tetap mempertahankan cita rasa khas yang menjadi daya tarik utamanya. Bahkan tanpa kekuatan promosi media sosial, Soto Kambing Pak Thosim berhasil membuktikan kepopulerannya lewat kenikmatan kuah kaya rempah, daging dan jeroan yang empuk, harga bersahabat, hingga suasana hangat khas warung keluarga membuat tempat ini layak masuk daftar kuliner yang wajib dicoba saat berada di Kabupaten Malang.
Bagi pencinta olahan kambing, semangkuk soto hangat di tempat ini bisa jadi jawaban untuk mengusir lapar sekaligus mengobati rasa penasaran. Apalagi dengan harga yang masih ramah di kantong, rasanya sulit untuk menolak mampir lagi ke Soto Kambing Pak Thosim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Maulida N/Magang
Editor: Dwi Lindawati








