Sanusi Siap Dilantik jadi Bupati Malang, Ini Rencana 100 Hari Pertama - Tugujatim.id

Sanusi Siap Dilantik jadi Bupati Malang, Ini Rencana 100 Hari Pertama

  • Bagikan
Bupati Malang, Sanusi yang kembali terpilih untuk periode kedua beberkan program 100 hari pertama. (Foto: rap/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Bupati Malang, Sanusi yang kembali terpilih untuk periode kedua beberkan program 100 hari pertama. (Foto: rap/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pelantikan Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang periode 2021-2024 tinggal menunggu waktu. Namun, masih belum jelas kapan tepatnya Muhammad Sanusi dan Didik Gatot Subroto akan dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Yang pasti, keduanya akan dilantik sebelum masa jabatan Sanusi habis sebagai Bupati Malang sebelumnya yaitu 17 Februari 2020.

Sambil menunggu jadwal pelantikannya, alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran ini juga mengungkapkan fokus perbaikan untuk 100 hari pasca pelantikannya nanti.

“Untuk seratus hari kedepan, minimal jalan berlobang yang selama ini tidak terurus akan kami selesaikan. Jalan protokol antar kecamatan akan kita selesaikan semua,” terangnya seperti dilansir tugumalang.id, partner Tugu Jatim.

Sanusi juga akan melakukan launching untuk mall pelayanan publik sehingga memudahkan masyarakat untuk mengurus perijinan.

“Setelah pelantikan, seratus hari kedepan kita akan launching mall pelayanan publik agar pelayanan perijinan bisa tercapai atau terselesaikan semua. Pelayanan Dukcapil sudah kita gulirkan mulai dilayani di kecamatan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan langkah-langkah untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Kabupaten Malang.

“Untuk pandemi, kita optimalkan PPMK dan Operasi Yustisi di setiap kecamatan sudah kita laksanakan. Untuk ASN semuanya kami SWAB, jadi selama pelaksanaan SWAB itu kita liburkan selama 3 hari,” imbuh Sanusi.

Namun, pengusaha tebu asal Gondanglegi ini belum menentukan kapan tes SWAB untuk para ASN ini.

“Untuk kapan Swabnya belum, ini masih akan dibicarakan dengan tim COVID-19 di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Terakhir, Sanusi membeberkan jika tes SWAb ini sudah dianggarkan dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 13 miliar.

“Untuk dananya dari BTT (Belanja Tidak Terduga) tahun 2021, sudah cair ada Rp 13 miliar,” pungkasnya. (rap/gg)

  • Bagikan