KOTA BLITAR, Tugujatim – Kota Blitar bakal menerima bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Idul Adha 1447 H mendatang. Menariknya, sapi raksasa berbobot fantastis mencapai 1 ton lebih 8 kilogram tersebut justru mendatangkan dari luar daerah, yakni Kabupaten Kediri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengungkapkan bahwa spesifikasi dan kriteria yang dipatok oleh Sekretariat Presiden sangatlah ketat. Selain wajib memiliki bobot minimal 1 ton, hewan kurban tersebut harus lolos skrining kesehatan yang berlapis.
“Kriteria dari pusat memang sangat ketat. Kemarin kami berhasil mendapatkan sapi dengan berat 1 ton lebih 8 kilo. Kami harus sangat teliti dan hati-hati dalam mengusulkan. Sapi wajib dipastikan bebas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD),” ujar Dewi Masitoh kepada TuguJatim, Rabu (20/05/2026).
Selain bebas dari penyakit, sapi bantuan presiden tersebut juga harus sudah menerima vaksinasi lengkap dan mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) resmi dari dokter hewan berwenang.
Peternakan Lokal Blitar Belum Mampu Tembus 1 Ton
Dipilihnya sapi dari peternakan (farm) besar di Kediri ini bukan tanpa alasan. Blitar yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Jawa Timur, ternyata belum memiliki koleksi sapi yang bobotnya mampu menyentuh angka 1 ton pada musim kurban kali ini.
“Kami sudah melakukan penyisiran di wilayah Blitar, namun belum ada yang tonasenya pas atau sampai 1 ton. Akhirnya, kami carikan alternatif dari farm besar di luar kota, dan ketemunya di Kediri itu,” tambah Dewi.
Dalam proses pengadaan ini, DKPP Kota Blitar menegaskan posisi mereka hanya bertindak sebagai fasilitator di lapangan. Peran DKPP sebatas menyisir, menyeleksi, dan mengusulkan kandidat sapi yang sesuai dengan regulasi pusat.
Baca Juga: Arjuna Doser, Sapi Kesayangan Peternak Tuban Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Negosiasi Langsung oleh Stafsus Presiden
Terkait urusan transaksi dan penganggaran, Dewi menyebut bahwa hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan mutlak pemerintah pusat. Proses negosiasi harga dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.
“Minggu-minggu ini Staf Khusus Sekretariat Presiden yang akan melakukan negosiasi harga secara langsung dengan pihak pemilik peternakan. Kami di daerah tidak tahu-menahu soal besaran anggarannya,” paparnya.
Dewi menambahkan, jika proses negosiasi harga di Kediri berjalan mulus dan cocok, seluruh peternak penyedia sapi presiden di wilayah Jawa Timur nantinya akan dikumpulkan secara kolektif di Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Rencananya, sapi kurban milik orang nomor satu di Indonesia tersebut akan diserahterimakan di Kota Blitar pada H-1 Idul Adha. Meski situasi kasus PMK dan LSD di Jawa Timur saat ini sudah relatif terkendali, DKPP berkomitmen akan memperketat pengawasan dan pemantauan kondisi fisik sapi tersebut secara berkala hingga hari penyembelihan tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Moch. Luki Azhari
Editor: Mochamad Abdurrochim








