Savero Dwipayana: Saring sebelum Sharing dan Posting yang Penting, Jangan yang Penting Posting

  • Bagikan
Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Vero Dwipayana pada Kamis (25/02/2021) di event "Goes to School 2021" Kamis (25/02/2021). (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Vero Dwipayana pada Kamis (25/02/2021) di event "Goes to School 2021" Kamis (25/02/2021). (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – “Jarimu jadi harimaumu.” Kalau dulu mulutmu harimaumu, sekarang yang jahat tak hanya mulut, ungkapan awal yang disampaikan oleh Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Vero Dwipayana pada Kamis (25/02/2021) di event “Goes to School 2021” melalui virtual.

Dalam kelas bertema “Cerdas Bermedia Sosial” ini, pria yang akrab dipanggil Vero itu menjelaskan lebih lanjut, setiap hari Anda pasti memegang smartphone dan tidak luput untuk berselancar di media sosial (medos). Nah, agar cerdas dalam bermedsos, sebelumnya Anda harus memikirkan terlebih dulu apa yang akan dilakukan ketika berbagi informasi atau mem-posting sesuatu di medsos.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Kita harus mikir kontennya sebelum mengetik di HP, laptop, maupun medsos. Tujuannya agar jarinya tidak salah dalam mem-posting konten,” ungkap pria yang masih berstatus mahasiswa semester akhir di Fakultas Ilmu Komunikasi (Filkom) Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu.

Januari 2020 lalu dalam sebuah penelitian, medsos platform yang paling tinggi penggunanya yakni YouTube. Setelah itu WhatsApp dan media lainnya. Dan yang paling menyedihkan adalah medsos menjadi sumber berita hoax (bohong).

Hoax pasti ada dan banyak. Apalagi di masa pandemi Covid- 19 ini. Seperti sebelumnya minyak kayu putih dapat menyembuhkan penderita Covid-19. Itu berita hoax,” kata Vero saat menyampaikan materi “Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi” kepada para siswa SMAN 8 Kota Malang.

Sementara itu, data dari Kementerian Informasi Republik Indonesia menyebutkan, rilis mulai awal pandemi Covid- 19 Maret 2020 hingga 24 Februari 2021, total ada sekitar 1.449 berita hoax, sedangkan tentang vaksin ada 113 pemberitaan bohong.

“Ayo tahan jempolnya. Sebelum sharing, saring dulu yuk. Anda dapat informasi apa dilihat dulu, sumbernya dari mana, bermanfaat atau tidak, dan benar atau tidak. Kalau benar, ya silakan disebar,” kata pemuda yang juga menjadi redaktur pelaksana Tugu Jatim itu.

Kalian semua bisa cek pemberitaan vaksin hoax atau tidak dengan mengklik http://s.id/infovaksin. Informasi ini resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemerintah sudah punya kanal medsos tentang Covid-19 yang bisa dicek di Lawan Covid-19, relawan informasi Covid-19, baik Instagram, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya.

“Infomasi tentang bencana sangatlah penting. Apalagi wabah korona yang sudah menjadi pandemi. Harus ada arus informasi yang benar dan tepercaya,” ujarnya.

Untuk diketahui, event “Goes to School 2021” bertema “Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi” ini adalah event yang diselenggarakan oleh Tugu Media Group yang bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation (PTI), salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia. Paragon membawahi sejumlah brand, di antaranya Wardah, Emina, Make Over, Putri, dan Kahf.

Acara ini akan digelar di 6 kampus dan 6 sekolah di Jawa Timur, mulai Februari hingga Juli 2021. Sementara itu, UIN Maliki Malang menjadi instansi pendidikan pertama yang menjadi tuan rumah dalam program ini. Sedangkan SMAN 8 Kota Malang menjadi tuan rumah yang kedua. (Mochammad Rochim/ln)

  • Bagikan