• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tanah bergerak.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama bisnis antara PT SBI Tuban dan Taiheiyo Cement Corporation di Tokyo, Jepang, 27 Januari 2026, untuk pengembangan solusi stabilisasi tanah di Indonesia.(Foto: dok. Istimewa)

Hujan Ekstrem Picu Risiko Tanah Bergerak, SBI Tuban Kembangkan Penguat Tanah

Dwi Linda by Dwi Linda
3 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Curah hujan ekstrem yang belakangan sering terjadi meningkatkan risiko tanah bergerak dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini banyak terjadi di daerah dengan karakter tanah lunak seperti gambut dan lempung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk mengembangkan teknologi stabilisasi tanah atau penguatan tanah agar fondasi infrastruktur lebih kuat dan tahan terhadap perubahan iklim.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: Kades Tingkis Terseret Kasus Sewa Lahan PT SBI Akhirnya Ditahan di Lapas Tuban

Pengembangan teknologi ini dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan Jepang, Taiheiyo Cement Corporation, serta melibatkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sebagai induk usaha. Perluasan kerja sama tersebut ditandatangani di Tokyo pada Januari 2026.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, kekuatan infrastruktur sangat bergantung pada kondisi tanah yang menjadi fondasinya.

“Infrastruktur yang kuat harus diawali dari fondasi tanah yang stabil. Jika tanah dasarnya stabil, maka bangunan di atasnya juga akan lebih aman dan tahan lama,” ujarnya.

Pembangunan Perhatikan Kondisi Tanah sejak Awal

Menurut dia, perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem membuat proses pembangunan harus lebih memperhatikan kondisi tanah sejak awal.

Tanah bergerak SBI Tuban.
Solusi stabilisasi tanah membantu meningkatkan daya dukung tanah lunak secara lebih efisien sekaligus mendukung ketahanan infrastruktur di Indonesia. (Foto: dok. Istimewa)

“Kondisi iklim yang berubah membuat perencanaan pembangunan harus lebih teliti sejak penguatan tanah dasar. Melalui inovasi stabilisasi tanah, kami ingin memastikan proyek infrastruktur memiliki ketahanan jangka panjang,” jelasnya.

Dia menambahkan, teknologi ini dinilai lebih efisien dibanding metode konvensional karena dapat memperkuat tanah lunak tanpa harus mengganti tanah secara besar-besaran.

Baca Juga: Curi Kabel Grounding di Pabrik SBI Tuban, 2 Karyawan Ditangkap Polisi

“Dengan teknologi ini, tanah lunak yang sebelumnya dianggap tidak stabil masih bisa dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan. Proses konstruksi juga bisa lebih cepat dan penggunaan material lebih efisien,” tambah Rizki.

Teknologi stabilisasi tanah ini telah diterapkan di sejumlah proyek, salah satunya pada pembangunan Tol Semarang–Solo Seksi Penggarong. Selain itu, juga digunakan pada beberapa proyek di Kalimantan serta pembangunan kawasan pergudangan, pusat perbelanjaan, dan fasilitas parkir di Cikarang dan Bekasi.

“Lewat inovasi ini kami berupaya menghadirkan konstruksi yang lebih kokoh, efisien, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniKabupaten Tuban hari iniPT SBI TubanTaiheiyo Cement CorporationTuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Tol Surabaya Mojokerto.

Dugaan Ban Tiba-Tiba Lepas, Pikap Muatan Snack Terguling di Tol Surabaya Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID