• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
3.600 lulusan SMK

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti bersama Gubernur jawa Timur menyematkan jaket dimulainya lulusan SMK dan LPK untuk bekerja di luar negeri, Rabu (20/5/2026). (Foto: Khaesar/ Tugu Jatim)

Sebanyak 3.600 Lulusan SMK dan LPK Jawa Timur Bekerja di Luar Negeri

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
2 months ago
in Education, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 3.600 lulusan SMK dan lembaga pelatihan kerja (LPK) bekerja di luar negeri. Selain itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur luncurkan program kelas kebekerjaan luar negeri (3+1) pada SMK. Dengan diluncurkan pula program kelas kebekerjaan luar negeri SMK “3+1” sebagai upaya menyiapkan lulusan vokasi yang siap masuk dunia kerja global.

“Lulusan SMK dan kursus untuk bekerja di luar negeri. Ada 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan kursus yang kita lepas untuk bekerja di beberapa negara,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Rabu (20/05/2026).

You might also like

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

17/07/2026 7:33 PM
Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

17/07/2026 6:45 PM

Peluncuran Program SMK 3+1

Pemerintah juga meluncurkan program SMK 3+1 sebagai model pendidikan vokasi yang mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan penyiapan kerja secara khusus selama satu tahun tambahan.

“Kemudian yang kedua adalah peluncuran program kami, SMK 3+1. Ini merupakan usaha kami untuk menyiapkan lulusan SMK dapat memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, dalam skema tersebut siswa menempuh pendidikan reguler selama tiga tahun di SMK, lalu mendapatkan tambahan satu tahun pembekalan memasuki dunia kerja melalui kerja sama dengan perusahaan maupun agensi tenaga kerja di dalam dan luar negeri.

“Mereka bisa belajar dari SMK yang tiga tahun, kemudian menambah satu tahun untuk penyiapan masuk dunia kerja dengan kemitraan perusahaan dan juga kemitraan berbagai agensi, baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar negeri,” tuturnya.

Baca Juga : ASN Pemprov Jawa Timur Akan WFH April 2026, Ini Kata Komisi A Anggota DPRD Jatim

Perkuat Kompetensi Lulusan Vokasi

Ia menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat kompetensi lulusan vokasi agar mampu bersaing secara internasional, termasuk melalui penguatan kemampuan bahasa asing.
Abdul Mu’ti mengungkapkan, sehari sebelumnya pihaknya juga meresmikan program pelatihan bahasa di 136 SMK di Indonesia yang diproyeksikan untuk menyiapkan siswa bekerja di luar negeri.

“Tadi malam di Tangerang saya juga meresmikan program pelatihan bahasa untuk 136 SMK di Indonesia, yang memang mereka menyiapkan para muridnya bisa bekerja di luar negeri dengan kemampuan bahasa asing di negara-negara tujuan,” ujarnya.

Selain kemampuan bahasa, para peserta juga dibekali pemahaman budaya, regulasi, hingga sistem hukum negara tujuan kerja.

“Dan mereka ini bekerja di sektor-sektor profesional dan juga telah memiliki kontrak dengan lembaga-lembaga resmi, sehingga insyaallah mereka akan dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Mereka memiliki kemampuan bahasa, memiliki kemampuan dan wawasan kebudayaan, serta kesiapan untuk memasuki negara di mana mereka berada,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan pendampingan dalam pengurusan dokumen keberangkatan seperti paspor dan visa agar para calon pekerja migran tidak mengalami hambatan administratif maupun finansial.

“Berbagai hal menyangkut kesiapan keimigrasian juga kita dampingi, sehingga mereka tidak ada kesulitan, termasuk kesulitan finansial ketika harus misalnya mengurus paspor, mengurus visa, dan kelengkapan dokumen untuk mereka berangkat,” ucap Abdul Mu’ti.

MoU Kementerian P2MI Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah, lanjut dia, juga telah menjalin nota kesepahaman dengan kementerian terkait penempatan pekerja migran Indonesia untuk memastikan perlindungan tenaga kerja selama bekerja di luar negeri.

“Sudah ada MoU dengan Kementerian P2MI terkait dengan program-program yang kami laksanakan ini. Sehingga insyaallah mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada permasalahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dinilai menjadi mitra penting dalam pengembangan pendidikan vokasi dan program penempatan kerja luar negeri.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, yang selama ini telah menjadi mitra penting kami dalam menyusun program ini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Direktorat SMK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin menjelaskan mayoritas peserta pelepasan kerja luar negeri tahap pertama berasal dari Jawa Timur, meski terdapat pula peserta dari sejumlah provinsi lain.

“Untuk periode ini kebanyakan dari Provinsi Jawa Timur. Tapi karena sekalian dia bersamaan dengan yang lain, maka juga ada dari provinsi-provinsi lainnya,” katanya.

Ia menyebut, pelepasan tenaga kerja luar negeri akan dilakukan bertahap oleh provinsi lain dalam beberapa bulan ke depan. Terkait sektor pekerjaan, pemerintah menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing negara tujuan. Jepang dan Korea Selatan, misalnya, banyak membutuhkan tenaga kerja caregiver, pertanian, dan manufaktur.

“Kalau dilihat dari job order yang ada, memang tergantung pada negaranya. Seperti misalnya Jepang, Korea, itu banyaknya untuk caregiver. Tapi di samping itu juga memang kebutuhan untuk di pertanian dan kebutuhan manufaktur juga ada,” ujarnya.

Sementara di Turki, kebutuhan tenaga kerja Indonesia lebih banyak di sektor hospitality.
“Kalau misalnya di Turki, banyaknya untuk hospitality. Di sana mereka sangat percaya dengan tenaga kerja Indonesia,” kata Tatang.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp115 miliar bagi SMK di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur.

“Untuk SMK kami Rp115 miliar untuk seluruh Indonesia, Jawa Timur salah satunya,” ujar perwakilan Direktorat SMK.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di   Google News Tugujatim.id

Penulis: M. Khaesar

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: berita Jawa Timurberita Jawa Timur hari iniJawa TimurJawa Timur hari iniKementerian P2MIMenteri Pendidikan Dasar dan MenengahSMK dan LPK Jawa Timur
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 7:33 PM
0

Kota Malang, Tugujatim.id - Gaduh pencegahan LGBT di berbagai daerah ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita....

Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 6:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 3.270 stand bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai bagian dari upaya penataan...

Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Ancam Copot Pejabat yang Lambat Tangani Aduan Warga Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 9:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Usai dua minggu rutin melakukan inspeksi langsung ke lapangan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas...

Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 8:26 AM
0

Tugujatim.id – Bagi sebagian pelajar maupun mahasiswa, memahami materi pelajaran tidak selalu cukup hanya dengan membaca berulang kali. Meski sudah...

Next Post
Pegadaian Jemursari

Pegadaian Jemursari Ungkap Alasan Investasi Emas Batangan Lebih Diminati Masyarakat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID