• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bandara Notohadinegoro Jember.

Bangunan Bandara Notohadinegoro Jember (tampak depan). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Sejarah Bandara Notohadinegoro Jember: Dari Rute Perintis hingga Kembali Aktif dengan Fly Jaya

Dwi Linda by Dwi Linda
10 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Bandara Notohadinegoro Jember merupakan salah satu bandara unik di Indonesia. Lokasinya terletak di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, sekitar 7 kilometer dari pusat kota Jember, bandara ini dibangun di atas lahan seluas 120 hektare.

Menariknya, Bandara Notohadinegoro Jember menjadi bandara sipil pertama di Indonesia yang berdiri berkat kekuatan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten, bukan APBN.

You might also like

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM
Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM

Pembangunan telah dianggarkan sejak 2001 dengan menggunakan dana APBD sebesar Rp30 miliar. Hal itu diprakarsai dan dibangun mulai 2003 pada era pemerintahan Bupati Samsul Hadi Siswoyo, kemudian diresmikan pada 2005.

Baca Juga: Fix Bandara Notohadinegoro Jember September Aktif Lagi, Fly Jaya Layani Rute ke Jakarta

Hal ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk menghadirkan akses transportasi udara demi memangkas waktu perjalanan serta mendukung ekonomi dan pariwisata daerah. Pembangunan bandara yang diresmikan sejak awal 2000-an ini dilatarbelakangi kebutuhan besar masyarakat Jember untuk memperoleh akses transportasi udara.

Sebelum adanya bandara, perjalanan ke Surabaya memakan waktu 4-7 jam melalui jalur darat. Dengan adanya penerbangan, jarak tempuh bisa dipangkas hanya sekitar 30 menit.

Tidak hanya itu, keberadaan bandara juga diharapkan menjadi pintu masuk investasi baru sekaligus penunjang event-event besar seperti Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah mendunia.

Rekam Jejak Penerbangan di Bandara Notohadinegoro

WhatsApp Image 2025 09 23 at 09.10.29 1

Sejarah penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember cukup panjang, meskipun sering kali diwarnai pasang surut operasional.

• 2005: Pendaratan Perdana

Maskapai Merpati Nusantara Airlines menjadi yang pertama melakukan uji coba pendaratan di Bandara Notohadinegoro. Momentum ini menandai langkah awal kesiapan Jember memiliki layanan udara reguler.

• 2014–2015: Era Garuda Indonesia

Maskapai Garuda Indonesia resmi membuka rute Jember–Surabaya. Rute ini sempat berjalan rutin, namun karena tingkat okupansi penumpang rendah dan efisiensi operasional, layanan berhenti pada 2015.

• 2019: Wings Air Hadir

Maskapai Wings Air (Lion Group) membuka kembali rute Jember–Surabaya dengan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang. Kehadiran Wings Air memberi harapan baru, meskipun operasionalnya juga terhenti beberapa waktu kemudian.

• 2019: Susi Air Layani Rute Jember–Sumenep

Di tahun yang sama, Kementerian Perhubungan meluncurkan penerbangan perintis dengan rute Jember–Sumenep yang dioperasikan oleh maskapai Susi Air menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan. Rute ini bertujuan menghubungkan kawasan tapal kuda dengan Pulau Madura. Sayangnya, karena rendahnya okupansi dan statusnya sebagai penerbangan perintis, rute ini hanya bertahan singkat.

• 2019: Uji Coba Rute Baru

Selain itu, sempat dilakukan uji coba penerbangan dari Jember menuju Bandung dan Denpasar (Bali). Rute ini memperlihatkan potensi besar Jember sebagai penghubung antardaerah, meski hingga kini belum berlanjut menjadi penerbangan reguler.

• 2020: Pandemi dan Penghentian Total

Pandemi Covid-19 membuat seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Notohadinegoro terhenti total. Sejak itu, bandara ini vakum dari jadwal reguler, meskipun beberapa kali digunakan untuk keperluan tertentu.

Dengan rekam jejak yang dinamis, Bandara Notohadinegoro kerap disebut sebagai “bandara tidur” karena sering berhenti beroperasi. Namun, masyarakat Jember tetap menaruh harapan besar agar bandara ini bisa aktif kembali secara konsisten.

Reaktivasi 2025: Fly Jaya Buka Rute Jember–Jakarta

Harapan itu akhirnya terjawab di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait). Mulai 23 September 2025, Bandara Notohadinegoro kembali aktif melayani penerbangan reguler melalui maskapai Fly Jaya dengan rute Jember–Jakarta (Halim Perdanakusuma).

Reaktivasi perdana ini akan menggunakan pesawat ATR 72, armada yang dianggap sesuai dengan kapasitas landasan pacu dan kebutuhan penumpang. Fly Jaya menjadwalkan penerbangan dua kali seminggu, yakni setiap Selasa dan Kamis. Dari Jakarta, pesawat berangkat pukul 07.45 WIB, sementara dari Jember berangkat pukul 10.35 WIB.

Harga tiket ditetapkan berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta, angka yang dinilai masih kompetitif untuk perjalanan udara langsung ke ibu kota.

Layanan Tambahan: Shuttle Bus Gratis

WhatsApp Image 2025 09 23 at 09.10.28 1

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Jember juga menyiapkan shuttle bus gratis bagi penumpang. Shuttle ini akan menghubungkan titik jemput di Alun-Alun Jember menuju Bandara Notohadinegoro, serta rute balik dari bandara ke Stasiun Jember dan kembali ke alun-alun.

Plt Kepala Diskominfo Jember Regar Jeane menjelaskan bahwa layanan gratis ini merupakan instruksi langsung dari Gus Fawait. Tujuannya agar keberadaan bandara benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya bagi kalangan tertentu.

Penundaan Penerbangan Perdana

Sebelumnya, penerbangan perdana dijadwalkan pada 18 September 2025. Namun, agenda ini diundur menjadi 23 September 2025 karena pihak Fly Jaya masih menyelesaikan persiapan teknis, mulai dari kesiapan armada, kru, hingga sistem IT dan layanan ground handling. Penundaan ini dianggap perlu agar semua aspek operasional memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Babak Baru Bandara Notohadinegoro

Dengan reaktivasi ini, waktu tempuh Jember–Jakarta kini hanya sekitar 1 jam 40 menit, jauh lebih singkat dibanding perjalanan darat menuju Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan ke ibu kota.

Kehadiran kembali jalur udara reguler ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, meningkatkan investasi, hingga mendukung sektor pariwisata dan pendidikan tinggi di Jember.

Bupati Jember Gus Fawait optimis, operasional bandara yang kembali aktif akan menjadi babak baru bagi kemajuan daerah.

“Harapan kami adalah dapat menarik para pengusaha untuk berinvestasi di wilayah ini sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar infrastruktur, Bandara Notohadinegoro Jember kini kembali dihidupkan sebagai simbol kebangkitan. Setelah melalui perjalanan panjang penuh pasang surut, September 2025 menandai titik balik penting dalam sejarah bandara kebanggaan masyarakat Jember ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bandara Notohadinegoro di JemberBerita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniOperasional Bandara NotohadinegoroOperasional Bandara Notohadinegoro di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
Lansia di Tuban.

Lansia di Tuban Diduga Bacok Tetangga hingga Tewas, Isu Perselingkuhan Picu Konflik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID