• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ponpes Lirboyo.

Ponpes Lirboyo Kediri. (Foto: dok tangkapan layar)

Sejarah dan Peran Ponpes Lirboyo, Pesantren Legendaris Lahirkan Banyak Ulama Besar di Kediri

Dwi Linda by Dwi Linda
9 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Nama Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, Jatim, kembali jadi sorotan publik belakangan ini. Terlepas dari kabar viral yang melibatkan stasiun televisi nasional, Ponpes Lirboyo ini sejatinya memiliki sejarah panjang dan peran besar dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Berdiri sejak awal abad ke-20, Ponpes Lirboyo dikenal sebagai salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Tanah Air. Bahkan, pesantren ini telah melahirkan banyak ulama, kiai, serta tokoh keagamaan dan kebangsaan.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Awal Berdirinya Ponpes Lirboyo

Melansir dari kedirikota.go.id, Pondok Pesantren Lirboyo berdiri sekitar 1910 di Desa Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH Abdul Karim, menantu dari ulama besar Kediri, KH Sholeh Banjarmelati.

Kala itu, KH Abdul Karim mendapat amanah untuk menetap di wilayah Lirboyo. Lirboyo awalnya adalah nama sebuah desa terpencil di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dahulu desa ini dikenal rawan kejahatan dan dianggap “angker”.

Baca Juga: Trans7 Minta Maaf pada Pimpinan Ponpes Lirboyo Kediri, Tayangkan Xpose Uncensored soal Pesantren 

Setelah menetap, KH Abdul Karim mendirikan surau sederhana sebagai tempat belajar agama dan pengajian. Dari sanalah berkembang menjadi pesantren yang kemudian diberi nama Lirboyo.

Dari surau kecil sederhana itu, kegiatan keagamaan pun tumbuh pesat hingga melahirkan pondok besar yang kemudian diberi nama Pondok Pesantren Lirboyo. Seiring waktu, pesantren ini menjadi pusat pendidikan Islam tradisional dengan ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Asal Usul Nama “Lirboyo”

Nama “Lirboyo” ternyata punya makna filosofis yang dalam. Menurut sejarah setempat, kata ini berasal dari dua suku kata, yaitu “lir” yang berarti selamat dan “boyo” yang berarti bahaya.

Jadi, Lirboyo dapat dimaknai sebagai tempat yang membawa keselamatan dari bahaya, sebuah doa dan harapan agar wilayah tersebut menjadi lebih aman dan diberkahi.

Ciri Khas Pendidikan di Lirboyo

Ponpes Lirboyo dikenal dengan sistem pendidikan yang berpegang teguh pada tradisi salaf, yaitu pembelajaran kitab kuning klasik yang menjadi dasar keilmuan Islam.

Selain itu, para santri juga diajarkan adab dan akhlak kepada guru atau kiai, yang menjadi fondasi utama pembentukan karakter di pesantren.

Tak hanya itu, Lirboyo juga memiliki berbagai lembaga pendidikan formal, mulai dari madrasah, sekolah, hingga perguruan tinggi, yang berada di bawah naungan yayasan pesantren. Tradisi keilmuan yang kuat membuat Lirboyo melahirkan banyak tokoh penting, baik di bidang agama maupun pemerintahan.

Fakta Menarik Tentang Lirboyo

  • Pesantren Besar di Atas Tanah “Angker”

Dahulu, kawasan Lirboyo dikenal sebagai daerah yang dianggap “angker” dan rawan kejahatan. Namun, setelah berdirinya pesantren, wilayah ini justru menjadi pusat kegiatan keagamaan yang ramai dan aman.

  • Ribuan Santri dari Berbagai Daerah

Santri Lirboyo datang dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan dari luar negeri. Mereka tinggal di asrama yang dibagi menjadi beberapa kompleks dengan kegiatan keagamaan yang padat setiap hari.

  • Melahirkan Banyak Ulama Besar

Lirboyo dikenal sebagai tempat lahirnya para kiai dan ulama terkemuka, termasuk tokoh-tokoh penting di organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Seperti mantan ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Kemudian ulama karismatik KH Maimoen Zubair, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, dan lain-lainnya.

  • Tradisi Pesantren yang Masih Dijaga

Hingga kini, Lirboyo tetap mempertahankan tradisi khas pesantren seperti ngaji kitab kuning, halaqah, khidmah kiai, hingga acara haflah akhirussanah yang selalu dihadiri ribuan orang.

  • Pusat Dakwah dan Kebangsaan

Selain fokus pada ilmu agama, pesantren ini juga aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan. Banyak alumni Lirboyo yang berperan dalam dakwah moderat dan pembangunan masyarakat.

  • Warisan yang Tetap Hidup

Lebih dari sekadar tempat menimba ilmu agama, Ponpes Lirboyo menjadi simbol keberlanjutan tradisi Islam Nusantara yang damai dan berakar kuat pada budaya lokal. Di tengah perkembangan zaman dan arus digital, pesantren ini tetap mempertahankan jati diri sebagai pusat pembelajaran, pengabdian, dan keteladanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: berita Kediri hari iniKediriKediri hari iniPonpes legendaris di KediriPonpes Lirboyo di KediriPonpes Lirboyo KediriSejarah Ponpes Lirboyo
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Residivis kasus curanmor.

Polres Pasuruan Kota Tangkap 3 Residivis Kasus Curanmor, Beraksi di 13 TKP

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID