Selain Madu, Lebah Madu Juga Menghasilkan Propolis

  • Bagikan
Bee Keeper Agro Tawon Wisata Petik Madu Lawang Hendro saat memperlihatkan sarang lebah madu yang menghasilkan propolis. (Foto:Rap/Tugu Jatim)
Bee Keeper Agro Tawon Wisata Petik Madu Lawang Hendro saat memperlihatkan sarang lebah madu yang menghasilkan propolis. (Foto:Rap/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Selain madu, ternyata lebah madu juga menghasilkan propolis yang penting bagi keberlanjutan kehidupan lebah.

“Propolis lebah itu sering kali berada di sela-sela rumah lebah, warnanya hitam seperti aspal, dan kalau kita pegang itu lengket,” ungkap Bee Keeper Agro Tawon Wisata Petik Madu Lawang Hendro saat dikunjungi Jumat (22/01/2021).

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Propolis lebah ini berfungsi untuk pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) para lebah.

“Kalau lebah mengumpulkan propolis dari getah tanaman. Fungsinya untuk keluarganya yang sedang sakit. Jadi, kotak P3 lebah itu ada di sela-sela sarangnya,” jelasnya.

Cara yaitu lebah mengidentifikasi apakah getah suatu tanaman cocok untuk propolis atau tidak, itu juga sangat unik.

“Dan untuk mengidentifikasikan obat yang cocok untuk keluarganya dengan antena di kepalanya. Caranya dengan menancapkan antena kepalanya ke tanaman tersebut, kalau cocok langsung dibawa pulang getahnya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Supervisor Agro Tawon Wisata Petik Madu Lawang Rini Windi juga ikut menjelaskan produksi madu di sana.

Sarang lebah madu yang juga menghasilkan propolis yang sangat bermanfaat. (Foto: Rap/Tugu Jatim)
Sarang lebah madu yang juga menghasilkan propolis yang sangat bermanfaat. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

“Lebah itu mencari nektar bisa mencapai radius 2 km dari bunga, batang, atau daun tanaman. Nektar itu dibawa pulang dengan diisap di perutnya. Saat sudah sampai di sarangnya, lebah mengeluarkannya lagi,” ungkapnya.

Setelah madunya sudah banyak dan cukup untuk dipanen, madu-madu tersebut akan diambil dan dimasukkan ke mesin separator.

“Setelah itu, kami mengambil madu lebah dengan mesin separator. Jadi, tinggal digiling saja sehingga madunya akan keluar sendiri,” bebernya.

“Baru setelah panen, madu tersebut kami kemas di botol,” sambungnya.

Rini menjelaskan jika ada beberapa risiko yang harus dihadapi peternak lebah dalam membudidayakan serangga penyerbuk ini.

“Risiko ternak lebah ya pastinya tersengat dan yang paling berpengaruh itu hujan. Karena saat hujan, madu yang kami panen pasti lebih sedikit karena nektarnya tersapu hujan,” ucapnya.

Perempuan berhijab ini juga mengungkapkan jika biasanya para peternak lebah ini hidup nomaden.

“Kalau beternak lebah ini yang mahal mungkin hanya sewa tanah dan bahan bakarnya karena beternak lebah tidak hanya di satu tempat. Jadi, orang beternak lebah itu nomaden Jawa-Bali,” ujarnya. (rap/ln)

  • Bagikan