• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kegiatan senam Semasa. Foto: dok UM

Kegiatan senam Semasa. Foto: dok UM

Semasa, Inovasi Senam Bersama Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Tekan Diskriminasi Terhadap Disabilitas

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
2 years ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sebagai upaya penyetaraan dan pemerataan kesehatan olahraga pada disabilitas, sekelompok mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) merancang program bernama Semasa.

Semasa merupakan program Senam Bersama Disabilitas yang diikuti oleh para penyandang disabilitas dari Waroeng Inklusi. Kegiatan berlangsung di Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur ,pada Kamis, (16/11/2023).

You might also like

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

21/07/2026 7:08 PM
Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

21/07/2026 6:09 PM

Senam bersama itu dihadiri oleh 30 orang penyandang disabilitas, terdiri dari 23  laki-laki dan tujuh perempuan, juga sembilan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat UM.

IMG 20240127 WA0003
Peserta Semasa. Foto: dok UM

Kemudian juga ada dosen pembimbing, Mika Vernicia Humairo SKM MPH, Ketua Yayasan Waroeng Inklusi, Afifah, dan beberapa pendamping atau orang tua para peserta senam.

Rangkaian kegiatan Semasa berlangsung selama 60 menit, meliputi pemanasan, senam inti, senam pendinginan, dan fun game. Kegiatan ini dilakukan mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

“Senam yang kami gunakan adalah Senam Ceria ABK. Selain karena musiknya yang ceria, senam tersebut memiliki instruksi yang jelas sehingga mudah diikuti oleh para peserta. Karena antusiasme peserta senam yang tinggi kami pun menambahkan satu senam lain yaitu senam maumere sesuai dengan permintaan mereka,” ujar Mika Vernicia Humairo.

IMG 20240127 WA0000
Peserta Semasa. Foto: dok UM

Rangkaian senam ini dipimpin oleh tiga mahasiswa dan dibantu Ketua Yayasan Waroeng Inklusi untuk mengkoordinir dan meningkatkan semangat dari para peserta senam.

Kegiatan dilanjutkan dengan fun game, peserta dibagi menjadi lima barisan dan melakukan estafet karet menggunakan sedotan seperti yang telah dicontohkan oleh panitia.

Tujuan dari fun game yaitu untuk meningkatkan kemampuan bergerak serta kemampuan dalam menjaga keseimbangan saat berdiri ataupun bergerak, meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus, meningkatkan suasana hati para disabilitas, mendorong interaksi sosial para peserta, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

IMG 20240127 WA0002
Fun game Semasa. Foto: dok UM

“Dimulai dari kedatangan peserta hingga kegiatan berakhir, mereka sangat ramah dan aktif mengajak panitia untuk mengobrol dan bermain bersama, senyuman yang terbentuk di wajah mereka sangat manis dan hangat sehingga komunikasi antara kami pun berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kata dia, tingginya antusiasme mereka memberikan kepuasan tersendiri bagi panitia atas lancarnya kegiatan Semasa yang telah terselenggarakan. Dengan adanya kegiatan Semasa ini diharapkan tidak ada lagi diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas, karena sejatinya semua manusia di bumi setara dan memiliki kesamaan hak baik untuk hidup sehat maupun hidup bahagia.

Disabilitas sendiri berasal dari kata disability yang berarti keterbatasan secara fisik, intelektual, mental, atau sensorik yang dapat mengakibatkan hambatan atau ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Disabilitas dapat dialami seseorang secara sebagian maupun seluruh tubuh yang merupakan akibat dari faktor genetik, akibat penyakit seperti stroke, lumpuh bagian tubuh tertentu seperti cerebral palsy, bisa juga akibat cedera atau kecelakaan yang dapat menyebabkan amputasi, masalah kesehatan mental, dan lain sebagainya.

Kata dia, hal tak terhindarkan yang pasti akan dialami oleh penyandang disabilitas adalah adanya sikap diskriminasi dari orang lain yang disebabkan karena rendahnya pengetahuan, empati, dan tingginya ego dengan anggapan dirinya lebih sempurna sehingga merendahkan orang lain.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, jumlah penyandang disabilitas menurut kecamatan dan jenis disabilitas mencapai jumlah total sebanyak 642 jiwa pada 2019, sebanyak 2.669 juta jiwa pada 2020, dan sebanyak 2.638 juta jiwa pada 2021. Jumlah tersebut mencakup tujuh jenis disabilitas yaitu tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, tuna grahita, tuna laras, dan tuna ganda atau kombinasi.

Sedangkan di Kabupaten Malang sendiri mencapai 7.686 jiwa pada 2018, dengan cakupan empat jenis disabilitas yaitu tuna daksa, tuna rungu, cacat mental, dan tuna netra.

“Hal inilah yang mendasari kami untuk menjalin kerja sama dengan Waroeng Inklusi dengan tujuan mencapai kesetaraan terutama di bidang kesehatan olahraga pada disabilitas,” pungkasnya.(ads)

Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita malangberita Malang hari iniMalangSemasaUniversitas Negeri Malang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

by Dwi Linda
21/07/2026 7:08 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember akan mengintegrasikan layanan telemedicine dalam program Homecare yang dijadwalkan diluncurkan pada 24 Juli 2026....

Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

by Dwi Linda
21/07/2026 6:09 PM
0

MADINAH, Tugujatim.id - Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan memenuhi panggilan Allah SWT menjadi momen istimewa bagi 45 jemaah...

Gus Fawait.

Gus Fawait: Anggaran Terbesar Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar berkat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

by Dwi Linda
21/07/2026 5:47 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam...

Gus Fawait.

Serap Aspirasi Warga Pakusari, Gus Fawait Fokus Air Bersih dan Layanan Homecare

by Dwi Linda
21/07/2026 4:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku...

Next Post
Alokasi Honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Kabupaten Mojokerto Bila Pemilu 2 Putaran

Alokasi Honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Kabupaten Mojokerto Bila Pemilu 2 Putaran

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID