• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
IMG 20200217 WA0000

Sepilihan Puisi Ahmad Radhitya Alam

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Surat Sepotong Senja

Sepotong senja mengirimkan surat
kepada rindu yang sedang kumat
ia sendu di pematang langit yang tak lagi biru
di matanya seorang wanita menari-nari di atas
bukit penuh bunga edelwis mulai meranggas

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Rindu membelukar di huluan senja yang menggoda
tumbuh bunga-bunga kasih di atas kisah kusut
di antara akar rumput cinta dan senandung
simfoni kodok yang melantunkan kidung

Surat senja menguarkan ingatan tentang kita
Kenang di tiap helai rambutmu yang legam
Memberi bayang tentang ketam ladam
Dan kasih kita menjadi kisah dalam
sisa pembakaran sekam

Blitar, 2019

 

Fajar Bulan Juli

 

Fajar merekah di awal bulan Juli
Engkau muncul dari belukar imaji
Sehabis deras rinai-rinai sunyi

Senyum langsung tersimpul dari bibirmu
yang merah dibalut gincu
Aku membalut tubuh dalam rindu pekat
Bertalu dalam ikat hati yang lekat

Kita lantas menyambut hari
Sambil menatap masa depan yang belum pasti
Merangkai kisah dalam untaian benang
Merawat kasih dalam lindungan kenang

Blitar, 2019

 

Sekala-Niskala

 

masa,
waktu membelukar begitu saja
pada tiap dentang iringan loko kereta

hilang,
ia tak pernah tampak setelah sekian lama.
ingatan mengental pada lorong maya
tumbuh tubuh baru di antara sisa istirah
memutar kembali kenang dan rasa bersalah

ia tak kembali setelah sekian lama pergi
lalu muncul dalam tubuh baru yang tak kukenali
ia tampak berbeda, hanya sisa jiwa yang maya

ia hidup
antara ada
dan tiada

Kaweron, 2018

Ahmad Radhitya Alam, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Bergiat di Sanggar Lincak dan Baitul Kilmah.

Tags: BudayaPuisisastra akhir pekantugujatim.idTugumalang.idUGM
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
Semifinal Piala Gubernur Jatim, Arema FC Lawan Persebaya di Blitar

Semifinal Piala Gubernur Jatim, Arema FC Lawan Persebaya di Blitar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID