Tugujatim.id – Musim kompetisi 24-25 merupakan musim ketiga sekaligus musim yang indah bagi Nottingham Forest. Sempat bertarung untuk mempertahankan slot Premier League di musim sebelumnya, Nottingham Forest berhasil bounce back musim ini. Bahkan, mereka saat ini berada di posisi tiga klasemen Liga Inggris, unggul 6 poin dari sang juara bertahan Manchester City.
Performa yang stabil terus dipertahankan oleh klub yang bermarkas di City Ground tersebut. Sempat dihajar Bournemouth 5 gol tanpa balas, The Tricky Trees, julukan Nottingham Forest, melumat Brighton di pertandingan selanjutnya dengan menyarangkan total 7 gol ke gawang lawan.
Nuno Espirito Santo dan Filosofinya
Performa yang bagus tidak lepas dari manajer baru Forest, Nuno Espirito Santo, yang kembali ke Liga Premier Inggris setelah berhasil mengantarkan Al-Ittihad menjadi juara Liga Arab Saudi. Kebanyakan pelatih Premier League mengedepankan pressing dan berusaha mengontrol bola. Namun, strategi Nuno sangat bertolak belakang dengan ide tersebut. Alih-alih berusaha merebut bola dari lawan atau melakukan pressing agresif untuk mengganggu lawan, instruksi Nuno justru membiarkan lawan memprogresi bola dan mempertahankan struktur rapat.
BACA JUGA: Perebutan Pucuk La Liga! 3 Tim Besar Spanyol Masih Punya Peluang Puncaki Liga Spanyol
Dilansir dari SkySports, Nottingham Forest merupakan tim yang paling sedikit melakukan lari dengan tujuan merebut bola atau pressing. Nottingham Forest juga tim Premier League yang paling sering membiarkan lawan untuk mengumpan didaerah pertahanan mereka.
Apakah bermain dengan cara seperti itu akan efektif? Nuno melihat ketika lawan melakukan pressing atau menguasai bola, itu berarti akan tercipta daerah yang sangat kosong di area pertahanan lawan. Daerah kosong itulah yang nantinya diekspos oleh Forest dengan transisi cepat, mengandalkan kecepatan winger-winger nya. Terbukti, beberapa tim kuat berhasil mereka kalahkan, bahkan sempat mengalahkan tim dengan performa terbaik musim ini, Liverpool.
Chris Wood Tajam di Depan, Matz Sels Perkasa di Belakang
Chris Wood menjelma menjadi mesin gol Forest musim ini dengan capaian 17 gol dalam 23 pertandingan. Striker asal Selandia Baru berhasil mengembalikan performanya bersama Forest, setelah sebelumnya tidak terlalu berhasil bersama Newcastle. Dilansir dari Fotmob, dia memiliki xG sebesar 10,24. Itu berarti dia melampaui ekspektasi golnya, membuktikan dia bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun.
Tak hanya Chris Wood, Matz Sels tampil sangat baik di bawah mistar gawang Forest. Dilansir dari laman resmi Liga Premier Inggris, penjaga gawang asal Belgia tersebut berhasil mencatatkan 10 clean sheets musim ini. Catatan tersebut mengungguli beberapa kiper top Premier League, seperti Alisson dan David Raya.
BACA JUGA: Total 212 Juta Euro! Bursa Transfer Musim Dingin yang Panas untuk Manchester City
Gaya bermain yang tidak biasa untuk sepakbola modern ini menarik untuk ditonton. Transisi cepat menjadi andalan Forest musim ini, membuat tim-tim Premier League sadar akan bahaya yang tersembunyi dibalik pertahanan rapat. Mungkin bagi sebagian orang, permainan seperti ini cenderung tidak atraktif, karena cenderung bertahan dan menjadikan serangan balik sebagai senjata.
Namun nyatanya, sepakbola tidak selalu harus bermain dengan banyak umpan dan pressing. Bukan baik atau buruknya suatu cara bermain, efektif atau tidaknya cara bermain tersebutlah yang menjadi jawaban. Terbukti, Nottingham Forest dibawah tangan Nuno sekarang masuk menjadi pesaing juara Liga Premier Inggris setelah sebelumnya bahkan hampir terdegradasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Saddam Alvaro N.P/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko