Sidak Posko Penyekatan Exit Tol Singosari: 2 Orang Positif Covid-19 dan 114 Kendaraan Putar Balik

  • Bagikan
Sidak di Posko Penyekatan Exit Tol Singosari, Kabupaten Malang yang dilakukan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Kamis (9/7/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Sidak di Posko Penyekatan Exit Tol Singosari, Kabupaten Malang yang dilakukan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Kamis (9/7/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang yang terdiri dari Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Kapolres Malang, dan Bupati Malang melakukan sidak di Posko Penyekatan di Exit Tol Singosari pada Kamis (08/07/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra mengatakan jika sudah ada 2 orang dinyatakan positif saat dilakukan Swab Antigen di lokasi penyekatan tersebut.

“Ini mulai dari pagi sampai siang hari ini jumlah yang positif ada 2 orang dari Surabaya dan Bojonegoro. Ada 28 orang yang sudah di tes, dan 114 kendaraan putar balik dari 766 kendaraan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono, Mengatakan bahwa pada hari ini Forkopimda melakukan pengecekan posko pengecekan dalam masa PPKM Darurat.

“Untuk di Kabupaten Malang ini kita ada 10 pos pengecekan dan 7 pos observasi di stasiun dan bandara, lalu ada 2 pos pembatasan mobilisasi masyarakat,” bebernya.

Forkopimda Kabupaten Malang juga menurunkan sekitar 1.300 personel yang terdiri dari TNI dan Polri, Satpol PP, Linmas, Ormas, dan juga dari tenaga kesehatan.

“Kami di sini bersinergi melaksanakan Inmendagri untuk mengurangi atau menahan laju penyeran Covid-19 di Kabupaten Malang,” tuturnya.

“Insyaallah dengan PPKM Darurat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang bisa dihentikan dan banyak yang kita selamatkan dari kematian,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bagoes juga mengatakan bahwa prosedur penyekatan disesuaikan dengan Inmendagri yaitu sektor esensial itu 50 persen dan kritikal itu 100 persen.

“Jadi, mereka yang pelaku industri bisa melakukan perjalanan. Kalau untuk non-esensial kita lakukan pembatasan, kendaraan pribadi kita lakukan pengecekan sesuai prosedur yang berlaku mulai dari surat ijin, surat kesehatan, hingga swab antigen. Jika tidak ada maka akan dilakukan rapid tes antigen, kalau positif akan dikembalikan,” pungkasnya.

  • Bagikan