Siklus Refill, Bisnis Start Up Jadi Solusi Masalah Sampah Plastik

  • Bagikan
Ilustrasi driver Siklus dan pelanggan. (Foto : Twitter SiklusRefill/Tugu Jatim)
Ilustrasi driver Siklus dan pelanggan. (Foto : Twitter SiklusRefill)

MALANG, Tugujatim.id – Kalau kita membahas soal lingkungan, tak akan ada habisnya. Apalagi kalau membicarakan masalah sampah plastik. Berdasarkan data dari LIPI mengungkapkan, selama pandemi, jumlah sampah plastik melonjak signifikan karena meningkatnya aktivitas masyarakat melakukan belanja online. Untuk mengatasi sampah plastik tengah hadir Siklus Refill. Apa sih Siklus Refill itu?

Bagai pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, Siklus Refill hadir sebagai peluang bisnis dan solusi bagi permasalahan sampah plastik. Siklus Refill adalah bisnis start up yang menyediakan jasa isi ulang produk rumah tangga seperti minyak goreng, deterjen, sabun cuci piring, sampo, dan lain-lainnya.

Melalui laman resminya siklus.com, Siklus Refill mengklaim berusaha mengatasi sampah plastik dari sumbernya sekaligus membuat kebutuhan sehari-hari lebih terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah. Sebab, mereka mengganti kemasan plastik dengan mesin isi ulang yang nantinya akan berkeliling ke rumah-rumah. Mereka juga menyatakan produk mereka 20% lebih murah daripada produk yang ada di pasaran.

Daftar harga produk Siklus Refill. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Daftar harga produk Siklus Refill. (Foto: Dokumen)

Sistem kerja dari bisnis ini yaitu para customer hanya mengunduh aplikasi Siklus Refill. Jika ingin melakukan isi ulang kebutuhan sehari-hari, para customer tinggal memilih produk melalui aplikasi, lalu menunggu driver untuk mengantar produk ke rumah.

Tapi, untuk saat ini Siklus Refill masih tersedia di wilayah Jabodetabek. Namun, pihak Siklus Refill berharap dapat segera melakukan ekspansi ke daerah-daerah lainnya.

Untuk diketahui, inilah permasalahan sampah plastik di lingkungan masyarakat yang harus Anda ketahui:

1. Diproduksi Massal

Hingga saat ini, produk biji plastik masih secara masif digunakan. Hal tersebut dikarenakan plastik jika dikalkulasi masih merupakan produk yang paling efisien digunakan sebuah produk.

2. Sulit Terurai

Plastik sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang sehingga sulit diurai mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian.

 

  • Bagikan