Silaturahmi Dapat Ilmu dari Penjual Kelapa Hijau di Bojonegoro

  • Bagikan
Faisol, pedagang kelapa hijau di Pasar Kota Bojonegoro saat menunjukan kelapa hijau miliknya. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Faisol, pedagang kelapa hijau di Pasar Kota Bojonegoro saat menunjukan kelapa hijau miliknya. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kelapa hijau atau dalam bahasa Jawa biasa disebut degan ijo. Buah yang satu ini merupakan salah satu di antara ribuan buah yang memiliki sejuta manfaat untuk kesehatan tubuh. Buah tropis ini banyak diincar masyarakat apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang. Karena itu, perjalanan silaturahmi saya kali ini ke salah seorang penjual kepala hijau di Bojonegoro. Seperti apa ceritanya?

Saya kali ini memang berinisiatif silaturahmi dan mencari informasi lebih dalam mengenai manfaat kelapa hijau kepada pedagang di Pasar Kota Bojonegoro. Setelah mencari hingga ke seluruh sudut pasar, salah satu tukang parkir memberi arahan untuk menuju ke seberang jalan, kemudian menaiki tangga agar bisa sampai ke penjual kelapa hijau yang saya cari.

Ternyata tangga yang dimaksud adalah tangga besi yang menempel ke tembok tinggi yang merupakan pembatas jalan dengan Bengawan Solo atau disebut dengan tanggul. Saya yang saat itu bersama kedua teman saya nekat menaiki tangga yang lumayan curam itu.

Setelah saya sampai di atas, penyesalan sedikit saya rasakan. Jarak 10 meter dari tempat saya berdiri ternyata ada jalan yang lebih mudah, bahkan bisa dilalui dengan sepeda motor untuk menuju ke penjual kelapa hijau yang ada di depan saya. Tapi tak apa-apa, justru inilah pengalaman seru yang nantinya bisa saya ceritakan kepada banyak orang.

Di sebuah gubuk kecil berdinding dan beratap seng, di sinilah tempat Faisol menjual puluhan kelapa beserta janurnya. Saya bersama kedua teman saya disambut ramah oleh warga asli Rembang, Jawa Tengah, itu.

Faisol yang sudah puluhan tahun menjual kelapa mengatakan, sejatinya bukan kelapa yang bisa menyembuhkan penyakit, tapi Tuhan Yang Maha Esa yang mampu menyembuhkan segala penyakit, kelapa hanya menjadi perantaranya saja.

Selain airnya yang menjadi obat mujarab untuk mengatasi keracunan, di tempat ini saya mendapatkan ilmu baru. Serabut kelapa hijau atau orang-orang menyebutnya dengan sepat itu ternyata bisa untuk mengobati masuk angin. Caranya sepat kelapa hijau yang memiliki warna kemerahan itu diserap sarinya, seperti saat menyerap sari pohon tebu. Bisa juga ditelan, tapi harus dikunyah lembut agar tidak tersedak di tenggorokan.

Selain itu, saya mendapat ilmu lainnya, yaitu kalau ingin pengobatan dengan kelapa hijau agar manjur dan segera sembuh, Faisol memberikan saran ketika meminum kelapa hijau satu biji tersebut harus habis dalam sekali minum.

“Kelapa hijau ini kan dibuka, terus langsung diminum. Bismillahirohmanirrohim (sambil mempraktikkan cara meminum) langsung saat itu juga harus habis, nggak boleh dibagi dan nggak boleh disisakan biar langsung sembuh. Karena itu, kebanyakan orang beli yang ukuran kecil saja,” ujar Faisol.

Obrolan kami semakin panjang hingga sampai pada sebuah tausiah yang diberikan Faisol, bahwa ketika dalam bekerja, apa pun pekerjaannya harus diniati karena Allah SWT. Kalau sudah niat karena Tuhan, Insya Allah pekerjaan apa pun akan menjadi keberkahan dunia akhirat.

Tak terasa sudah 20 menit kami berbincang panjang lebar, tapi obrolan kami tak bisa terus berlanjut karena saya harus berpindah menuju ke lokasi berikutnya. Saya dan kedua teman saya berpamitan dan berterima kasih kepada Faisol.

  • Bagikan