• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Silaturahmi bareng Abdul Rohim, seniman patung saat berada di galeri sederhananya di Kota Malang. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Silaturahmi bareng Abdul Rohim, seniman patung saat berada di galeri sederhananya di Kota Malang. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Silaturahmi Bareng Abdul Rohim, Seniman Patung Malang yang Berkarya hingga 37 Tahun

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in the power of silaturahim
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Masifnya penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Malang Raya membuat semua pihak waswas tertular dan menyebarkan virus. Tapi, sejurus kemudian terlintas dalam pikiran saya bagaimana ya kehidupan para seniman untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19 ini? Karena itu, saya akhirnya memutuskan untuk silaturahmi ke salah satu seniman di Kota Malang bernama Abdul Rohim.

Sampailah saya di galeri sederhana milik Abdul Rohim, 69, seniman patung yang biasa menjajakan karyanya di Jalan Tlogomas, Kota Malang. Saat berbincang dengan Rohim, saya merasa pandemi ini mungkin begitu sulit untuknya. Sebab, karya patung manusia, semar, singa, angsa, bangau, hingga garuda yang berjejer di galeri sederhananya tampak sepi pembeli.

You might also like

Tugu Media Group Tour Malaysia

Pelayanan Sepenuh Hati dari Penawar Hospital Johor Malaysia

18/02/2025 3:25 PM
aqua dwipayana tugu jatim

Persahabatan Sejati Dr Aqua Dwipayana dan Ventje Suardana, Kisah Teladan Bakti Anak kepada Orang Tua

24/03/2023 11:06 AM

Meski raganya tak lagi muda, semangat dalam mengekspresikan imajinasinya terus ada. Rohim mengaku telah terjun di dunia kerajinan patung sejak 1984 atau sekitar 37 tahun silam.

Bagi Rohim, dunia seni tidak bisa dijadikan pekerjaan. Karena itu, apa yang dia kerjakan saat ini dianggap sebagai pelipur sepi saja. Menurut Rohim, membuat patung itu memiliki ketenangan batin.

Memang dia bercerita jika tak banyak penghasilan yang didapat dari penjualan patung buatannya. Dia pun mengaku, hanya bisa menjual 2 patung bangau saja dalam sebulan itu sudah bagus.

Ternyata pemikiran saya soal pandemi ini berdampak pada kehidupan seorang seniman ternyata salah. Masa sulit di tengah pandemi sama sekali tak membuat Rohim kaget. Lantaran Rohim sudah sering kali merasakan kondisi seperti ini sebelumnya. Dia sudah biasa dengan kondisi kurang sejahtera dan serba kekurangan.

“Lalu apa yang harus dikhawatirkan. Rezeki itu sudah ada yang ngatur. Jadi, laku gak laku ya disyukuri saja, yang penting masih diberi kesehatan,” ujar Rohim tampak melebarkan senyumnya.

Abdul Rohim terus membuat karya di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Abdul Rohim terus membuat karya di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Dia menceritakan, dengan membuat patung, kehidupan yang makmur dan serba dimudahkan pernah dirasakan. Dia menyebut pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, patung karyanya pernah terjual hingga ke Australia, Jerman, hingga Prancis.

Dalam sekali kirim, dia bisa mengirim 1-2 kontainer. Namun tak hanya berisi karyanya, tapi juga karya kawan-kawan seperjuangannya diajak untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri kala itu.

Rohim pun mengungkapkan, kemudahan-kemudahan usaha yang dia jalankan merupakan hasil dari hal yang sepele, yaitu silaturahmi. Dia mengaku sejak usia muda sudah terbiasa menjalin silaturahmi dengan semua orang.

Rohim mengaku selalu menunjukkan sikap baik dan berusaha tetap menjalin hubungan baik kepada semua orang tanpa memandang suku, agama, budaya, maupun jabatan, bahkan kepada orang yang baru dia kenal.

“Dari hubungan baik dengan seorang teman, saya juga pernah diminta mantan Gubernur Jatim Mohammad Noer untuk membuat taman hias dan patung di rumahnya,” ungkapnya.

Namun, masa keemasannya tak terus menyertai perjalanan hidupnya. Di usianya yang sudah sepuh, kini Rohim memilih untuk hidup apa adanya.

Meski tak selalu mendapat penghasilan, Rohim selalu berusaha tidak merepotkan anak-anaknya. Untuk itu, dia selalu berusaha menjalin silaturahmi dengan seniman lainnya dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan barunya.

Namun, dia mengatakan, tak banyak pelanggan yang kembali membeli patung buatannya. Bukan karena kualitas yang rendah, tapi permintaan pembuatan patung memang merosot tajam di tengah pandemi ini.

Apalagi kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19 yang terus berubah-ubah belum juga menunjukkan titik terang kapan pandemi berakhir. Mulai dari PSBB, PPKM, PPKM Mikro, dan kini PPKM Darurat yang mulai digencarkan.

Kebijakan gas rem yang diterapkan pemerintah pada penanganan pandemi juga sama sekali tak menunjukkan hasil baik. Dengan dalih pemulihan ekonomi, jaminan kesehatan dan keselamatan masyarakat harus digas rem.

“Semoga pandemi segera berlalu. Pertandingan sepak bola Euro 2020 saja sudah berjalan, masak kita gini-gini aja,” ucapnya.

Tapi, dari silaturahmi bersama salah satu seniman patung di Kota Malang ini, membuat hati saya bergetar. Dari seorang seniman ini saya belajar, ternyata di balik kesusahan pasti ada kemudahan asal kita pandai bersyukur. Sebenarnya kuncinya yaitu satu, rajin untuk silaturahmi.

Untuk itu, saya akan terus mengingatnya dan akan melanjutkan perjalanan silaturahmi saya kepada semua orang. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan kondisi perekonomian kembali pulih. Termasuk kondisi usaha dari seorang seniman patung Abdul Rohim.

 

Tags: Agenda silaturahmiKota MalangSeniman patungsilaturahimThe Power of Silaturahim
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tugu Media Group Tour Malaysia

Pelayanan Sepenuh Hati dari Penawar Hospital Johor Malaysia

by Darmadi Sasongko
18/02/2025 3:25 PM
0

MALAYSIA, Tugujatim.id – Ketua Jabatan Pemasaran Penawar Hospital Johor Malaysia, Adeline Sedek menyambut hangat saat Tugu Media Group berkesempatan menyambangi...

aqua dwipayana tugu jatim

Persahabatan Sejati Dr Aqua Dwipayana dan Ventje Suardana, Kisah Teladan Bakti Anak kepada Orang Tua

by Lizya Kristanti
24/03/2023 11:06 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Catatan persahabatan bahkan kemudian mewujud menjadi persaudaraan yang erat antara Dr Aqua Dwipayana dengan Ventje Suardana menjadi...

aqua dwipayana tugu jatim

Dr Aqua Dwipayana Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi Kepada Seribu Peserta di Kota Yogyakarta

by Lizya Kristanti
17/03/2023 9:04 AM
0

YOGYAKARTA, Tugujatim.id - Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana siap menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi bertajuk "Komunikasi Efektif...

aqua dwipayana tugu jatim

Motivator Kawakan Dr Aqua Dwipayana Diundang Khusus “Raja Kacamata” untuk Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi Kepada 100 Karyawannya

by Lizya Kristanti
13/03/2023 2:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Optik Internasional adalah salah satu pelopor jaringan toko optik yang terbaik di Indonesia. Dengan pengalaman yang solid...

Next Post
Ilustrasi mendengarkan musik untuk kesehatan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Dengarkan Musik? Ini 6 Manfaatnya bagi Kesehatan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID