Sinopsis Film Gods of Egypt, Perebutan Tahta Dewa-Dewa Mesir Kuno

  • Bagikan
Gambaran kota di Mesir yang digambarkan dalam film Gods of Egypt. (Foto: IMDb)
Gods of Egypt

Gods of Egypt merupakan film bergenre aksi fantasi asal Amerika Serikat. Film ini menyajikan aksi menegangkan dari awal hingga akhir cerita. Film ini diproduksi sesuai arahan sutradara Alex Proyas. Sebelumnya, ia telah menyutradarai beberapa film besar. Ia juga menjadi produser untuk film ini bersama Basil Iwanyk.

Skenario film ini ditulis oleh Matt Sazama bersama Burk Sharpless. Film berdurasi 127 menit ini berada didistribusikan secara resmi oleh  Summit Entertainment. Gods of Egypt pertama kali dirilis pada 25 Februari 2016 di Australia, sementara di Amerika Serikat pada tanggal 25 Februari 2016.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

Gerard Butler merupakan aktor utama dalam film Gods of Egypt. Selain itu, ada pula beberapa aktor lainnya yang ikut berperan dalam film ini, seperti  Nikolaj Coster-Waldau, Brenton Thwaites, Élodie Yung, Courtney Eaton, Chadwick Boseman, dan Geoffrey Rush.

Sinopsis

Film ini menceritakan tentang kisah dewa-dewa Mesir kuno di zaman perebutan takhta. Dewa-dewa dalam film Gods of Egypt ini hidup berdampingan dengan manusia. Kisah ini berawal dari Osiris. Ia merupakan dewa yang memimpin Mesir dengan kearifan dan kebijakan. Osiris yang bijak dan baik begitu dicintai rakyatnya. Sayangnya ia memiliki saudara bernama Set. Ia memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengan Oiris. Ia sangat serakah dan kejam.

Oiris memiliki seorang putra bernama Horus. Suatu hari nanti, Horus akan dinobatkan menjadi raja yang akan menggantikan sang ayah. Hal itu dikarenakan ia satu-satunya keturunan yang bisa dan layak menjadi Raja Mesir berikutnya. Pada hari yang telah ditentukan, ritual ritual pergantian Raja Mesir pun dilaksanakan. Semua dewa maupun dewi hadir dalam ritual tersebut untuk memberikan berkah kepada Horus.

Sayangnya, dalam film Gods of Egypt ini Osiria digambarkan hendak memberikan tahta kepada sang putra, kekacauan pun mendadak terjadi. Set datang dengan segala kecemburuan dan keserakahannya. Akibat kejain itu, Osiris harus kehilangan nyawanya. Horus yang kala itu melawan Set pun kalah dan harus kehilangan dua matanya. Akhirnya Horus harus diasingkan dari kerajaan

Set seketika mengambil alih takhta dan menjadi Raja Mesir. Ia memimpin Mesir dengan segala kekejamannya. Ia pun mengubah Sungai Nil yang hijau menjadi gurun gersang untuk menyengsarakan rakyat. Di bawah pemerintahan Set, tidak ada ampun bagi yang berbuat kesalahan. Orang-orang yang tidak mengikuti perintahnya akan mati atau dijadikan budak.

Pada suatu hari Bek (Brenton Thwaites), seorang pria muda biasa yang merasakan perbudakan di pemerintahan Set menginginkan kebebasan. Ia pun menawarkan bantuan pada Horus untuk melawan kekejaman Set. Dalam film Gods of Egypt ini, ia diceritakan ingin Horus mengambil alih tahta kerajaan untuk menyelamatkan Mesir dari jeratan Set. Bek mulai menyusun rencana untuk mengambil kembali mata Horus yang disimpang di brankas Set.

Review

Berdasarkan rating yang diperoleh, Gods of Egypt mendapatkan penilaian yang tidak terlalu baik. Situs Rotten Tomatoes memberi skor 16 persen, sementara IMDb hanya memberi skor 5.4 dari 10 untuk film ini. Meskipun demikian, film ini menghabiskan biaya produksi yang cukup banyak, yakni 140 juta dolar Amerika dengan pendapatan kotor kurang lebih 150,6 juta dolar Amerika.

Film ini juga memperoleh banyak capaian atau penghargaan. Film ini berhasil  masuk dalam nominasi di beberapa ajang penghargaan, seperti AACTA Award, Golden Raspberry Award, dan Houston Film Critict Society. (Sindy Lianawati/gg)

  • Bagikan