JEMBER, Tugujatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember upaya membangun kesadaran siaga bencana dimulai dari bangku taman kanak-kanak (TK). Karena itu, sebanyak 58 anak didik TK Amirul Amin bersama enam pengajar pendamping mengunjungi markas BPBD Jember pada Senin (09/02/2026).
BPBD Jember memang membuka pintunya selebar-lebarnya bagi generasi muda untuk belajar penyelamatan diri. Para siswa TK di Jember ini mengikuti program pembelajaran lapangan yang dikemas menarik seputar kesiagaan menghadapi situasi darurat.
Baca Juga: 2 Rumah Warga Tertimpa Longsor Wonosari Malang, BPBD Salurkan Sandbag Cegah Bencana Susulan
Program ini dirancang khusus agar bocah-bocah siswa TK di Jember tersebut tidak merasa takut, namun justru memahami cara melindungi diri ketika musibah datang. Metode pengajaran yang dipilih pun disesuaikan dengan daya tangkap anak seusia mereka.
Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo menjelaskan, pembelajaran semacam ini merupakan strategi pembangunan karakter tangguh sejak dini.
“Kedatangan lembaga pendidikan semacam TK Amirul Amin patut diapresiasi. Tujuan kami bukan membuat anak-anak cemas, tetapi membekali mereka dengan pengetahuan praktis agar tetap tenang saat kondisi genting,” jelasnya pada Senin (10/02/2026).
Peserta Keliling 5 Stasiun Pembelajaran
Selama kegiatan berlangsung, peserta dibagi dalam beberapa regu kecil. Mereka berkeliling mengikuti lima stasiun pembelajaran yang dipandu langsung oleh tim Pusdalops PB BPBD Jember.
Edi menjabarkan, anak-anak diperkenalkan pada keamanan di lingkungan perairan, mengenal perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, serta melihat penggunaan kapal karet saat evakuasi banjir. Mereka juga mendapat penjelasan sederhana soal risiko kebakaran dan cara-cara pencegahan awal yang relevan dengan kondisi daerah kita.
“Mereka pun diajak menyaksikan secara langsung gudang peralatan tanggap darurat, mulai dari perkakas berat hingga ringan yang senantiasa dalam kondisi siap pakai. Tidak ketinggalan, petugas memperagakan cara kerja gergaji mesin yang dimanfaatkan untuk mengatasi pohon roboh akibat cuaca buruk,” imbuhnya.
Baca Juga: BPBD Ingatkan Potensi Angin Kencang di Mojokerto Tak Kenal Musim
Tak hanya praktik di area terbuka, para bocah juga mengikuti sesi dalam ruangan tentang antisipasi gempa bumi. Materi yang diberikan meliputi teknik dasar seperti konsep Berlutut, Berlindung, dan Berpegangan.
“Mereka diajarkan untuk tetap tenang, segera mencari tempat aman di kolong meja kokoh, sambil melindungi bagian kepala. Tindakan-tindakan dasar seperti inilah yang bisa menjadi penyelamat jiwa,” ungkap Edi.
Pihak BPBD Jember mengharapkan institusi pendidikan lainnya turut menginisiasi kegiatan sejenis demi memperluas jangkauan pengetahuan kebencanaan di seluruh wilayah kabupaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








